Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Tidak perlu lagi orang-orang imigran didatangkan untuk mengisi provinsi baru, kabupaten baru, segala macam. Tidak perlu orang Indonesia," ujarnya.
Pernyataan Sebby tersebut muncul setelah penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ketiganya yakni Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya; drh Alfonsius Albinus Mehan (35), dokter hewan; serta Willi Mbuik (24), CPNS Kabupaten Jayawijaya.
Aprida Rapi dilaporkan tewas akibat luka tembak di bagian rusuk kiri depan. Sementara drh Alfonsius Albinus Mehan meninggal akibat luka tembak di kepala. Willi Mbuik juga meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Aparat keamanan sebelumnya menyebut kelompok Egianus Kogoya dari TPNPB Kodap III Ndugama Derakma diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
Sementara itu, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 telah mengidentifikasi dua orang yang muncul dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial. Keduanya berinisial PN dan KT dan telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan identitas PN dan KT diketahui setelah polisi mencocokkan cuplikan video dengan data serta ciri-ciri yang dimiliki aparat.
Keduanya diduga merupakan anggota kelompok Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. Polisi juga mengaitkan PN dan KT dengan penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Agustus 2026 yang menyebabkan dua warga sipil terluka.
Selain itu, nama kedua DPO tersebut disebut berkaitan dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023. Pilot tersebut kemudian dibebaskan pada 21 September 2024.
Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tiga ASN tersebut.* (in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.