BREAKING NEWS
Minggu, 13 September 2026

Perbedaan Keterangan TNI AU dan Keluarga Terkait Temuan Luka pada Jenazah Serda Ahmad

Administrator - Minggu, 13 September 2026 09:25 WIB
Perbedaan Keterangan TNI AU dan Keluarga Terkait Temuan Luka pada Jenazah Serda Ahmad
Serda Ahmad Tewas Diduga Dikeroyok Senior. (Foto: IMG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyebut kematian Serda Ahmad Muzammil Farisa bukan disebabkan penganiayaan, melainkan dugaan tindakan pembinaan yang dilakukan secara berlebihan oleh seniornya. Pusat Polisi Militer TNI AU (Puspomau) telah menahan prajurit yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana mengatakan pihaknya masih mendalami bentuk pembinaan yang dilakukan terhadap Serda Ahmad hingga berujung pada kematian.

"Sudah ditahan (pelakunya), (korban) bukan dianiaya tapi diadakan pembinaan," kata Nyoman, dikutip Minggu (13/9/2026).

Baca Juga:

Nyoman mengatakan pemeriksaan terus dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sekaligus mengumpulkan alat bukti. TNI AU memastikan kasus tersebut akan diproses secara hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Serda Ahmad diketahui meninggal dunia pada Kamis (10/9/2026). TNI AU menegaskan tindakan pembinaan terhadap prajurit harus dilakukan sesuai ketentuan dan tidak boleh berujung pada pelanggaran hukum maupun tindakan yang membahayakan keselamatan.

"Prajurit yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Nyoman.

TNI AU juga menegaskan tidak memberikan ruang bagi tindakan yang melanggar hukum, terlebih apabila sampai menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Proses pemeriksaan disebut dilakukan secara transparan, adil, dan tanpa intervensi.

Sebelumnya, keluarga Serda Ahmad menyampaikan adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Keluarga menyebut terdapat luka seperti benturan pada bagian dagu serta lebam di dada yang dinilai menyerupai bekas pukulan.

Serda Ahmad meninggal dunia di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan dari keluarga bahwa korban mengalami kekerasan sebelum meninggal.

Namun, dugaan tersebut masih berbeda dengan keterangan sementara dari TNI AU yang menyebut peristiwa tersebut berkaitan dengan tindakan pembinaan berlebihan.

Puspomau masih melakukan penyelidikan untuk memastikan bentuk tindakan yang dilakukan terhadap Serda Ahmad serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kejadian tersebut.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan proses hukum terhadap prajurit yang telah ditahan maupun pihak lain yang terbukti terlibat. (in/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polda Metro Pastikan 3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Bukan Anggota Ormas
Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku Penculikan Mahasiswa di Banda Aceh, Senpi dan 13 Peluru Disita
Tetangga Sekaligus Saudara, 2 Oknum TNI di Manggarai Barat Diduga Aniaya Kerabat Sendiri karena Masalah Keluarga
2 TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Vonis Juga Dipangkas
Di Tengah Bantahan Ormas, Puan Desak Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya di Balik Kematian Bambang
Kepala Bocor 12 Jahitan & Punggung Disundut Rokok! Cerita Pilu Pelajar Korban Kericuhan Pejompongan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru