Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DELI SERDANG — Video keributan yang dipicu persoalan suara pengeras suara atau speaker viral di media sosial.
Peristiwa itu disebut terjadi di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Dalam video yang beredar melalui akun Instagram @medankinian, terlihat dua perempuan terlibat cekcok dengan sejumlah warga.
Baca Juga:
Keributan disebut bermula setelah warga memprotes suara speaker dari sebuah gudang yang dinilai terlalu keras ketika azan berkumandang.
Dalam video tersebut, salah satu perempuan tampak tidak terima ditegur warga.
Ia juga sempat melontarkan kata-kata kotor dan membandingkan suara speaker dari gudang dengan pengeras suara masjid.
"Dulu masjid ini hidup juga, tapi suaranya nggak sebising sekarang," ujar wanita dalam video.
Pada potongan video lainnya, perempuan tersebut menyampaikan permohonan maaf atas perkataannya.
"Saya minta maaf atas insiden yang tadi dan kepada Jemaah Masjid Al Muttaqien dan kepada umat muslim di Indonesia atas perkataan saya tadi yang tidak senonoh," ujarnya.
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik membenarkan adanya cekcok seperti yang terlihat dalam video.
Polisi langsung mendatangi lokasi setelah mendapat informasi mengenai keributan tersebut.
Menurut Jonni, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 12.30 WIB di Desa Tanjung Morawa-A, Kecamatan Tanjung Morawa.
Saat kejadian, warga sedang menjalankan salat Zuhur berjamaah di Masjid Al Muttaqin. Di sekitar masjid terdapat gudang kapuk yang menjadi lokasi penggunaan speaker.
"Lalu warga bernama Susanto yang bertempat tinggal tepat di gudang kapuk yang bersebelahan dengan Masjid Al Muttaqin menghidupkan suara speaker dengan keras sehingga suara tersebut mengganggu warga sekitar yang sedang beribadah,'' ujar Jonni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9/2026).
Setelah salat Zuhur selesai, sekitar 50 warga mendatangi rumah Susanto.
Mereka kemudian menegur Susanto agar tidak menggunakan speaker dengan suara terlalu keras.
Menurut Jonni, speaker tersebut digunakan Susanto untuk memutar tayangan YouTube yang berisi imbauan Menteri Agama mengenai aturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.
"Susanto ini menghidupkan speaker dengan memutar tayangan Youtube berupa himbauan Menteri Agama terkait edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musholla," ungkap Jonni.
Jonni mengatakan penggunaan speaker dengan volume keras tersebut diduga dilakukan karena Susanto merasa tidak nyaman dengan suara pengeras suara yang digunakan.
"Sehingga terjadi perdebatan antara Warga dengan bapak Susanto," kata Jonni.
Polisi yang mengetahui adanya keributan langsung menuju lokasi. Susanto kemudian diamankan ke Polsek Tanjung Morawa.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah warga terprovokasi dan menghindari keributan yang lebih besar.
"Kita lakukan mediasi ini untuk menjaga kerukunan masyarakat dan mencegah terjadinya keributan" ujarnya.
Polisi kemudian mengundang tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui musyawarah.
Dari hasil musyawarah, persoalan antara warga dan Susanto disepakati selesai secara damai. Kedua pihak juga sepakat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Hasil kesepakatan bahwa permasalahan tersebut sudah selesai (damai) dan ke depan (peristiwa ini) tidak (akan) terulang kembali, demi menciptakan kerukunan kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kecamatan Tanjung Morawa," tutup Jonni.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.