Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Polri sendiri dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda.
Ancaman di ruang digital antara lain penipuan daring, pencurian data, phishing, judi online, hoaks, disinformasi, hingga deepfake.
Selain persoalan kejahatan narkoba yang memanfaatkan teknologi, Listyo juga mengingatkan mahasiswa mengenai perkembangan AI yang semakin pesat.
Ia meminta generasi muda tidak mudah percaya terhadap berbagai konten yang beredar di internet, terutama informasi yang belum diketahui kebenarannya.
"kemudian kemampuan AI yang semakin meningkat, dan ini harus kita sadari bahwa jika kita juga siap, kita hati-hati, AI ini perkembangannya sangat luar biasa," jelas Kapolri.
Pesan tersebut disampaikan agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk memilah informasi di tengah semakin mudahnya pembuatan konten menggunakan teknologi AI.
Listyo mengatakan tantangan Polri tidak hanya terjadi saat ini, tetapi juga akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Karena itu, menurut dia, pengetahuan personel kepolisian harus terus diperbarui agar tidak tertinggal dari perkembangan modus kejahatan.
Ia mengatakan pelaku kejahatan juga terus belajar dan mencari cara baru untuk menjalankan aksinya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
"Namun di sisi lain, ini juga digunakan oleh para pelaku kejahatan. Kalau pelaku kejahatan tidak selalu belajar, selalu berusaha untuk berada satu langkah lebih depan, sehingga kemudian mereka menggunakan modus- modus baru ," jelas Kapolri.
Dalam kuliah umum tersebut, Kapolri juga mendorong mahasiswa UMSU untuk menguasai teknologi secara bijak dan produktif.
Pesan itu disampaikan dalam konteks persiapan generasi muda menghadapi perubahan teknologi sekaligus berbagai risiko kejahatan di ruang digital.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.