BREAKING NEWS
Rabu, 30 September 2026

Dugaan Penganiayaan Siswa di SMA Negeri 2 Binjai Dilaporkan ke Polisi, Guru Bantah Terlibat

Dharma - Selasa, 29 September 2026 21:12 WIB
Dugaan Penganiayaan Siswa di SMA Negeri 2 Binjai Dilaporkan ke Polisi, Guru Bantah Terlibat
Rontgen tubuh seorang siswa di lingkungan SMA Negeri 2 Binjai yang diduga mendapatkan penganiayaan di lingkungan sekolah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BINJAI – Dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa di lingkungan SMA Negeri 2 Binjai memasuki proses hukum.

Orang tua korban, Aidil Syahputra (41), telah melaporkan perkara tersebut ke Polres Binjai.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/510/IX/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.

Baca Juga:

Namun, hingga kini terlapor berinisial YS disebut belum dimintai keterangan oleh penyidik.

Aidil mengatakan laporan dibuat setelah anaknya menceritakan dugaan kekerasan yang dialaminya di lingkungan sekolah.

Menurut dia, anaknya juga menyebut adanya pihak lain yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Aidil mengatakan dugaan pemukulan terjadi di luar ruang kelas.

Selain oknum guru olahraga berinisial YS, korban disebut menyampaikan adanya siswa lain yang diduga terlibat.

"Pengakuan anak saya, pelaku oknum guru (guru olahraga) dan murid," ungkap Aidil, Selasa (29/9/2026).

Aidil mengaku telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Polisi juga disebut telah melihat kondisi korban ketika masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Mengenai motif dugaan penganiayaan, Aidil mengaku belum mengetahui secara pasti.

Namun, dia menyebut sebelumnya pernah terjadi persoalan antara anaknya dan guru olahraga tersebut.

Menurut Aidil, anaknya pernah mengaku ditampar ketika baju olahraga miliknya hilang. Peristiwa itu juga disertai teguran dari guru tersebut.

"Motifnya sampai sejauh ini saya kurang tahu. Tapi pernah ada satu kejadian anak saya ditampar saat baju olahraganya hilang," kata Aidil.

Aidil mengatakan saat itu dirinya sempat melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah melalui sambungan telepon.

Dia mengaku memilih memaafkan kejadian tersebut setelah mendapatkan penjelasan.

"Saya klarifikasi juga ke sekolah melalui telepon, kenapa hal itu bisa terjadi. Kali ini saya maafkan saya bilang," ujarnya.

Aidil mengatakan berdasarkan keterangan anaknya, dugaan pemukulan dalam kejadian terbaru disebut terjadi sebanyak empat kali.

Namun, dia belum dapat memastikan apakah orang yang diduga melakukan pemukulan merupakan orang yang sama dengan kejadian sebelumnya.

"Tapi saya kurang tahu apakah pelaku yang sama," katanya.

Pihak sekolah juga disebut telah mendatangi kediaman korban pada Jumat (25/9/2026).

Menurut Aidil, rombongan tersebut terdiri atas empat guru dan lima siswa.

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah sempat menanyakan mengenai orang yang diduga terlibat dalam kejadian.

"Sempat menanyai soal pelaku, saya bilang tanya saja ke polisi," tukasnya.

Sementara itu, Yudhi membantah tudingan telah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Bantahan tersebut disampaikan ketika dirinya dikonfirmasi wartawan di ruang kerja Kepala SMA Negeri 2 Binjai, Juliana br Sitepu.

Yudhi mengatakan siap memberikan keterangan kepada kepolisian apabila dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

"Tidak ada penganiayaan. Kalau saya mau dikroscek sama polisi, saya pun berani," kata Yudhi.

Yudhi juga membantah berada di sekolah ketika dugaan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 16 September 2026.

Dia mengaku tidak masuk sekolah karena sakit dan baru menjalani operasi gigi.

"Hari Rabu, 16 September 2026 saya tidak masuk ke sekolah. Saya sakit dua minggu dan ini baru selesai operasi gigi," ujarnya.

Karena itu, Yudhi mengaku keberatan dengan tudingan yang diarahkan kepadanya.

Dia mengatakan hingga kini belum menerima surat panggilan dari kepolisian.

"Saya pun tidak terima juga dituduh begitu, sementara saya dua minggu tidak masuk. Saya belum ada dapat surat panggilan," katanya.

Yudhi mengaku kecewa dengan tudingan tersebut.

Menurut dia, guru juga perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan ketika terjadi persoalan di lingkungan sekolah.

Dia menduga tudingan itu muncul karena dirinya dikenal sebagai guru olahraga sekaligus bagian dari kesiswaan yang tegas.

"Maaf ya, anak sekarang tidak bisa pelan dikasih tahu. Tapi mungkin karena wajah saya guru olahraga kesiswaan, temperamen, dikira saya yang mukul. Saya tidak terima juga," tambahnya.

Meski membantah terlibat, Yudhi menyebut korban sebagai siswa yang pendiam dan baik.

Dia mengaku mengenal korban sebagai salah satu siswa di SMA Negeri 2 Binjai.

"Orangnya pendiam," katanya.

Dugaan penganiayaan tersebut disebut terjadi di lingkungan sekolah di Kecamatan Binjai pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 16.15 WIB.

Hingga kini, motif dan rangkaian kejadian secara utuh masih menunggu proses pemeriksaan kepolisian.

Perkara tersebut masih berupa dugaan dan belum ada putusan hukum yang menyatakan pihak tertentu bersalah.

Kepastian mengenai pihak yang terlibat maupun ada atau tidaknya tindak pidana akan bergantung pada hasil penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum.* (sp/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kolonel TNI Harfan Bahar Didakwa Pesan Sabu dan Ekstasi dari Mantan Pacar, Paket Terbongkar di Bandara Supadio
Praperadilan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Ditolak, Penetapan Tersangka Sah
Prajurit TNI Aktif Kolonel Cpl Budi Utomo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
KPPU Medan Ungkap 14 Dugaan Persekongkolan Tender Sepanjang 2026
Janggal Kematian Eks Istri Polisi di Medan, LBH Bongkar Senpi Berpindah Hingga CCTV Raib
Tak Terima Dibebani Rp 1 M yang Dijemput Ajudan Pj Bupati, Eks Kadisdik Langkat Banding Kasus Smartboard
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru