BREAKING NEWS
Selasa, 13 Oktober 2026

Warga Percut Sei Tuan Dukung Penggerebekan Sarang Narkoba, Mengaku Resah hingga Merasa Terancam

Adelia Syafitri - Senin, 12 Oktober 2026 18:03 WIB
Warga Percut Sei Tuan Dukung Penggerebekan Sarang Narkoba, Mengaku Resah hingga Merasa Terancam
Penggerebekan sarang narkoba oleh tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI di kawasan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu, 11 Oktober 2026. (foto: Iqbal Ozil/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELI SERDANG – Warga mendukung penggerebekan sarang narkoba oleh tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI di kawasan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu, 11 Oktober 2026.

Warga berharap penindakan tersebut dapat mengakhiri peredaran narkoba yang selama ini meresahkan lingkungan mereka.

Salah seorang warga, Usman, mengatakan penindakan terhadap sarang narkoba di kampungnya sudah lama dinantikan.

Baca Juga:

Ia meminta aparat melanjutkan operasi pemberantasan narkoba secara tegas.

"Cocok, Pak, mainkan teros. Lanjutkan teros," kata Usman di lokasi, dalam video yang diterima wartawan, Senin, 12 Oktober 2026.

Usman menuturkan, warga selama ini merasa resah dengan aktivitas peredaran narkoba.

Ia bahkan mengaku mendapat ancaman ketika warga berusaha melarang peredaran barang terlarang tersebut di lingkungan mereka.

"Ah marahalah awak, bukan mara apanya, orang kayak ginilah (yang buat marah). Gimana lah, Pak, dilarang, kami yang mau dibakar, Pak, dimusuhi," ucap Usman.

Ia berharap aparat tidak setengah-setengah dalam memberantas peredaran narkoba.

Menurut dia, keberadaan sarang narkoba dapat mengancam masa depan generasi muda di lingkungan tersebut.

"Betul lah, Pak, terus lah, Pak, betul. Biar jangan kek gini lagi, habisin terus, jangan tanggung tanggung lah. Hancur anak-anak muda nanti kalau kek gini terus," tututnya.

Dukungan juga disampaikan warga lainnya, Elvita Simanjuntak.

Ia mengeluhkan banyaknya sarang narkoba yang dinilai mengancam anak-anak di kawasan permukiman tersebut.

"Sangat meresahkan anak-anak warga di sini, karena sarang narkoba di sini terlalu banyak kali," ungkap Elvita.

Menurut Elvita, penindakan sebelumnya belum membuat para pelaku jera.

Ia khawatir peredaran narkoba terus berulang dan berdampak buruk terhadap anak-anak, termasuk mereka yang masih bersekolah.

"Kemarin udah ditindak, nggak ada juga jera-jeranya, diulangi lagi, Pak. Anak sekolah pun jadi hancur," ujarnya.

Elvita berterima kasih kepada aparat kepolisian dan tim gabungan yang menyisir sejumlah titik rawan, termasuk kawasan pasar belakang.

Ia berharap seluruh lokasi yang menjadi tempat peredaran narkoba dapat ditindak.

"Kami sangat berterima kasih karena petugas kepolisian di basmi di pasar belakang ini. Kalau bisa semua sarang narkoba di sini segera dibasmi," harap Elvita.

Apresiasi serupa disampaikan Yeno Pranoto. Ia berterima kasih kepada jajaran Polri yang menggerebek lapak narkoba demi memulihkan ketenteraman warga.

"Saya sangat berterima kasih atas dukungan Polri memberantas narkoba di kampung ini," ujar Yeno.

Yeno berharap operasi tersebut memberikan dampak jangka panjang sehingga kawasan tempat tinggal mereka terbebas dari peredaran narkotika.

"Harapannya semoga semua bersih lah dari narkoba di daerah sini," pungkasnya.

Dalam penggerebekan di Percut Sei Tuan, tim gabungan Polri, BNN, dan TNI mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal, beserta barang bukti narkotika dan perlengkapan perjudian.

Petugas menyita 52 unit alat isap sabu atau bong, 25 korek api, sebilah celurit, lima bilah pisau, satu unit tablet, tiga timbangan digital, satu mobil, empat sepeda motor, serta delapan lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari operasi serentak di sembilan titik rawan narkoba di Sumatera Utara.

Dari sembilan lokasi itu, aparat mengamankan total 36 orang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Parluhutan Siagian turun langsung memimpin operasi.

Ia mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari operasi lanjutan pemberantasan sarang narkoba yang digencarkan di berbagai daerah sejak 9 Oktober 2026.

"Presiden Prabowo dan Kapolri kita ketahui sangat concern terhadap penanggulangan dan pemberantasan narkoba. Sesuai Asta Cita Presiden dan program prioritas Kapolri, Ini merupakan operasi lanjutan pemberantasan narkoba ke titik titik rawan yang ditengarai menjadi sarang narkoba di seluruh Indonesia," kata Brigjen Kristian Parluhutan Siagian dalam keterangannya, Senin (12/10).

Dukungan warga menjadi salah satu dorongan bagi aparat untuk terus melakukan penindakan.

Namun, pemberantasan narkoba juga membutuhkan pengawasan berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat agar lokasi yang telah ditertibkan tidak kembali menjadi tempat peredaran narkotika.* (d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bareskrim dan Polrestabes Medan Gerebek Diskotek Raeye, Pria Diduga Pemasok Narkoba Ditangkap
Sabu, Dingdong, dan Uang Palsu Ditemukan di Sarang Narkoba Pinggir Sungai Percut Sei Tuan
Ada Loket Khusus Transaksi! Sarang Narkoba Percut Sei Tuan Digerebek, 37 Orang Diciduk Bareng Upal
Instruksi Presiden Dituntaskan! Bareskrim Sapu Bersih 9 Sarang Narkoba di Sumut, Bandar Besar Ditembak Buru
Kapolri Rombak Perwira Tinggi! Ini Daftar 7 Wakapolda Baru di Sumut, Aceh, Hingga Jatim
Padang Dikepung Banjir! 500 Polisi Diturunkan Amankan Perumahan Kosong & Evakuasi Warga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru