BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Gempar di Labuhanbatu! Terduga Pencuri Sawit Ditembak Polisi, Ratusan Warga Ngamuk Kepung Lokasi

Administrator - Rabu, 14 Oktober 2026 09:14 WIB
Gempar di Labuhanbatu! Terduga Pencuri Sawit Ditembak Polisi, Ratusan Warga Ngamuk Kepung Lokasi
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan. (Foto: gimic)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LABUHANBATU - Polda Sumatera Utara (Sumut) tengah mendalami prosedur penembakan terhadap seorang warga berinisial RA (34) yang diduga melakukan pencurian kelapa sawit di area PT Perkebunan Milano Cabang Dua Estate, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu. Dalam peristiwa pada Jumat (9/10/2026) itu, personel kepolisian disebut menembak bagian kaki dan pinggul korban.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Menurutnya, kejadian bermula saat personel Direktorat Samapta yang bertugas di lokasi memergoki dugaan pencurian kelapa sawit.

"Jadi awalnya anggota menemukan adanya dugaan pencurian kelapa sawit. Diberikan tindakan," kata Ferry, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga:

Ferry menjelaskan, proyektil yang digunakan dalam penembakan tersebut merupakan peluru karet. Meski demikian, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut masih memeriksa apakah tindakan anggota kepolisian telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Itu akan diproses mengenai sesuai prosedur tindak penembakan. Masih didalami oleh Propam," ujarnya.

Ia menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran prosedur, personel yang bersangkutan dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan.

Peristiwa penembakan tersebut menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan kedatangan sejumlah warga ke area perkebunan beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, warga terlihat mendatangi kawasan PT Perkebunan Milano Cabang Dua Estate. Sejumlah orang tampak membawa kayu dan menyisir rumah-rumah dinas perusahaan untuk mencari personel polisi yang disebut menembak RA.

"Ini ya, ada Brimob arogan yang menembak warga," teriak seorang warga dalam video yang beredar.

Aksi tersebut disebut melibatkan ratusan warga yang mendatangi lokasi setelah mengetahui adanya penembakan terhadap RA. Warga memprotes tindakan anggota kepolisian yang mereka nilai berlebihan.

Meski demikian, dugaan tindakan arogan tersebut merupakan penilaian warga yang terekam dalam video. Polda Sumut melalui Bidang Propam masih mendalami prosedur penggunaan senjata dalam kejadian tersebut.

Pemeriksaan oleh Propam menjadi bagian penting untuk mengungkap apakah tindakan personel kepolisian dalam menghadapi dugaan pencurian telah sesuai aturan.

Polda Sumut menyatakan prosedur penembakan masih dalam pendalaman. Jika ditemukan pelanggaran, anggota yang terlibat akan diproses dan dapat dikenai sanksi.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan Propam maupun perkembangan kondisi RA.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan penggunaan senjata oleh anggota kepolisian serta memicu protes warga di kawasan perkebunan. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan kronologi kejadian, kesesuaian tindakan anggota dengan prosedur, serta pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran.* (tm/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru