BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Demo di Kantor Wali Kota Binjai Berakhir Ricuh, Koordinator Aksi Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Satpol PP

Abyadi Siregar - Rabu, 14 Oktober 2026 16:48 WIB
Demo di Kantor Wali Kota Binjai Berakhir Ricuh, Koordinator Aksi Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Satpol PP
Aksi demonstrasi yang menuntut perbaikan jalan rusak dan sejumlah persoalan lainnya di Kantor Wali Kota Binjai, Sumatera Utara, berakhir ricuh pada Selasa, 13 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BINJAI – Aksi demonstrasi yang menuntut perbaikan jalan rusak dan sejumlah persoalan lainnya di Kantor Wali Kota Binjai, Sumatera Utara, berakhir ricuh pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Koordinator lapangan aksi, Edward Gurky, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Gurky yang juga menjabat sebagai Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Binjai-Langkat itu kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Binjai pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Baca Juga:

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/560/X/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.

Dalam laporan itu, seorang terlapor berinisial D diduga memukul dada kiri Gurky dan mendorongnya hingga terjatuh.

Gurky mengatakan, aksi awalnya berlangsung damai saat massa menyampaikan aspirasi.

Situasi mulai memanas setelah massa membakar ban dan meminta Wali Kota Binjai turun langsung menemui demonstran.

Namun, perwakilan pemerintah kota yang datang menemui massa ditolak karena demonstran ingin bertemu langsung dengan wali kota.

Situasi semakin tegang ketika sejumlah demonstran mencoba menerobos masuk ke kantor wali kota dengan memanjat pagar. Adu mulut dan aksi saling dorong pun terjadi.

"Terjadi adu mulut dan dorong-dorongan saat massa menerobos pagar pemko, hingga terjadi (dugaan) penganiayaan hingga saya terjatuh ke belakang," ujar Gurky seusai membuat laporan ke polisi, Rabu (14/10/2026).

Dalam demonstrasi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan kepada Pemerintah Kota Binjai.

Salah satu tuntutan utama adalah percepatan perbaikan jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Massa menyoroti kondisi Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Binjai Selatan.

Ruas jalan tersebut disebut pernah menjadi lokasi kecelakaan yang mengakibatkan seorang mahasiswi mengalami luka berat hingga patah tulang tangan kiri.

Gurky meminta pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan tersebut sekaligus memperbaiki sejumlah ruas jalan lain yang dinilai rusak.

"Kita minta Pemko Binjai memberi prioritas perbaikan pada ruas Jalan Jamin Ginting, di mana di jalan ini telah mengakibatkan pengendara seorang mahasiswa mau berangkat kuliah, mengalami kecelakaan dan patah bagian tangan. Selain itu, juga ruas lainnya seperti di Jalan Alpukat Raya, Jalan Raimuna Raya, Jalan Wahidin Baru, Jalan Danau Tempe dan Jalan Pangeran Diponegoro," ucap Gurky.

Tuntutan kedua berkaitan dengan hak pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur.

Massa mempertanyakan janji bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR senilai Rp127 juta yang menurut mereka belum terealisasi.

Ketiga, demonstran mendesak pemerintah kota menyediakan beasiswa bagi putra-putri terbaik daerah.

Keempat, massa meminta evaluasi menyeluruh terhadap pejabat yang dinilai lalai menangani persoalan infrastruktur.

Mereka juga meminta pejabat yang terbukti lalai dicopot dari jabatannya.

Tuntutan kelima adalah pemakzulan atau pemberhentian kepala daerah.

"Poin-poin yang disampaikan ini merupakan aspirasi dari masyarakat dan kami suarakan," kata Gurky.

Terpisah, Kepala Satpol PP Binjai, Arif Sihotang, membantah tudingan bahwa personelnya melakukan pemukulan terhadap koordinator lapangan aksi.

Arif menegaskan, personel Satpol PP yang bertugas telah menjalankan pengamanan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

"Tidak ada pemukulan dalam aksi demo tersebut, saya tegaskan tidak ada pemukulan. Semua personel menjalankan pengamanan aksi damai sesuai SOP," kata Arif.

Ia juga meminta pihak yang memiliki bukti terkait dugaan pemukulan tersebut untuk menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.

"Kalau memang ada buktinya, silahkan diserahkan ke pihak berwajib," sambungnya.

Dugaan pemukulan tersebut kini menjadi bagian dari laporan yang ditangani kepolisian.

Kebenaran peristiwa itu masih perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Gurky bersama rekan-rekannya juga menggelar aksi demonstrasi jilid pertama dengan tuntutan perbaikan jalan rusak di Kota Binjai.

Dalam aksi tersebut, massa melemparkan telur busuk ke Kantor Wali Kota Binjai sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja pemerintah daerah.* (tm/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kualitas Udara Medan Memburuk! ISPU Medan Tembus Angka 136, DLH Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Gandeng Pemkab Aceh Besar, Unmuha Resmi Teken MoU, Siap Genjot SDM dan Pembangunan Daerah
"Rakyat Sesak Napas!" DPR Desak Pemerintah Kerahkan Kekuatan Penuh Sikat Karhutla dan Kabut Asap
Tuntut Perbaikan Jalan dan Bela PKL, Demo Mahasiswa di Kantor Wali Kota Binjai Berujung Ricuh
Pemerintah Rencanakan Ponsel Gratis untuk Bansos, Siapa yang Berhak Menerima?
BGN Perketat Pendataan MBG, Jatah Ompreng Bisa Berkurang Jika Data Siswa Tidak Lengkap
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru