BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

Anggota Pemuda Pancasila Tewas Ditembak dalam Mobil di Tanjung Morawa, Polda Sumut Dalami Dugaan Konflik Antar Ormas

Dharma - Selasa, 20 Oktober 2026 12:03 WIB
Anggota Pemuda Pancasila Tewas Ditembak dalam Mobil di Tanjung Morawa, Polda Sumut Dalami Dugaan Konflik Antar Ormas
Anggota ormas PP Kabupaten Deli Serdang yang meninggal dunia usai insiden penembakan di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu malam, 18 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELI SERDANG – Penembakan yang menewaskan Doni alias Doni Pacek (40), anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP), di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga berkaitan dengan konflik antarkelompok dalam organisasi masyarakat.

Korban meninggal dunia setelah mengalami luka tembak pada bagian leher saat berada di dalam mobil bersama sejumlah rekannya, Minggu malam, 18 Oktober 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di Desa Bangun Rejo itu juga menyebabkan sejumlah orang terluka, termasuk seorang rekan korban yang terkena tembakan di bagian paha.

Baca Juga:

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan, mengatakan penembakan terjadi ketika kendaraan yang ditumpangi korban dihadang oleh sekelompok orang menggunakan sepeda motor.

"Bahkan ternyata itu informasinya penembakan di dalam mobil. Ini terjadi antara sesama grup (ormas) begitulah," kata Ferry Walintukan, Senin (19/10/2026).

Polisi masih mendalami motif penyerangan dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Morawa, Ajun Komisaris Polisi Jonni Damanik, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika Doni bersama sejumlah rekannya menerima informasi mengenai dugaan penyerangan di kawasan Desa Bandar Labuhan.

Mereka kemudian berangkat menggunakan mobil untuk menuju lokasi yang disebut dalam informasi tersebut.

Namun, saat melintas di kawasan Dusun IV, Desa Bangun Rejo, kendaraan yang ditumpangi Doni tiba-tiba dihadang sekelompok orang yang mengendarai sepeda motor.

Menurut keterangan kepolisian, kelompok penyerang diduga membawa senjata tajam dan senjata api.

Situasi kemudian berubah menjadi penyerangan ketika sejumlah tembakan dilepaskan ke arah kendaraan korban.

Tembakan tersebut mengenai kaca mobil dan mengakibatkan Doni mengalami luka serius pada bagian leher.

Seorang rekannya yang berada di dalam kendaraan juga dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian paha.

Serangan mendadak tersebut menyebabkan situasi di sekitar lokasi menjadi tidak terkendali.

Setelah penembakan, mobil yang ditumpangi Doni kehilangan kendali dan menabrak sejumlah benda serta orang di sekitar lokasi kejadian.

Kendaraan tersebut dilaporkan menghantam teras rumah warga, tiang listrik, dan pengguna jalan.

"Karena oleng dan hilang kendali, mobil lalu menabrak teras rumah warga, tiang listrik, dan pengguna jalan," terang AKP Jonni Damanik.

Selain korban penembakan, seorang anak yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan tertabrak kendaraan tersebut.

"Korban (DN) meninggal dunia, kemudian ada temannya yang terkena di pahanya. Sementara ada anak kecil itu dilanggar (ditabrak) mobil," sambungnya.

Insiden tersebut menimbulkan kepanikan masyarakat yang berada di sekitar lokasi penembakan.

Sejumlah warga keluar rumah setelah mendengar keributan dan mengetahui adanya kendaraan yang mengalami kecelakaan.

Situasi sempat semakin memanas ketika massa berkumpul di sekitar mobil korban yang mengalami kerusakan.

Menurut informasi yang dihimpun, massa bahkan sempat nyaris membakar kendaraan tersebut.

Namun, tindakan itu dapat dicegah setelah petugas kepolisian bersama perangkat desa turun tangan mengendalikan keadaan.

Kasus penembakan Doni Pacek menjadi perhatian aparat kepolisian karena diduga berkaitan dengan perselisihan antarkelompok dalam organisasi masyarakat.

Polda Sumatera Utara bersama Polresta Deli Serdang melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa, motif penembakan, dan identitas orang-orang yang terlibat.

Sejumlah saksi yang berada di dalam kendaraan korban telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap kejadian tersebut.

Dalam perkembangan yang diberitakan pada Senin malam, 19 Oktober 2026, kepolisian menyatakan tiga orang terduga pelaku telah diamankan.

Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pihak lain yang diduga terlibat.

Pada perkembangan berikutnya, Polda Sumut menyebut hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan orang dari organisasi yang sama dengan korban.

Meski demikian, penyidik belum mengumumkan kesimpulan akhir mengenai motif penembakan tersebut.

Proses penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan peran masing-masing pihak berdasarkan bukti yang ditemukan.

Sosok Doni Pacek, Wakil Komandan Koti Pemuda Pancasila

Doni Pacek diketahui merupakan pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang.

Semasa hidupnya, pria berusia 40 tahun itu dipercaya menjabat sebagai Wakil Komandan Komando Inti (Wadan Koti) Mahatidana Pemuda Pancasila.

Doni dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan memiliki hubungan yang baik dengan sesama anggota.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang, Junaidi, menyampaikan rasa kehilangan atas meninggalnya Doni dalam peristiwa penembakan tersebut.

Menurut Junaidi, korban merupakan salah satu kader yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi.

"Almarhum adalah kader militan," kata Ketua MPC PP Deli Serdang, Junaidi.

Ia mengatakan Doni selama ini aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemuda Pancasila.

Selain dikenal loyal, korban juga disebut memiliki kepedulian sosial terhadap orang-orang di sekitarnya.

"Semasa hidupnya, almarhum juga dikenal sangat dermawan," kata Junaidi.

Kepergian Doni meninggalkan duka bagi keluarga serta rekan-rekannya di organisasi.

Jasad korban telah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang, Junaidi, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan salah satu kadernya.

Ia meminta penanganan perkara tidak hanya berhenti pada orang yang diduga melakukan penembakan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak yang mengatur atau memerintahkan penyerangan.

Organisasi tersebut berharap seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Junaidi juga meminta para anggota Pemuda Pancasila menahan diri dan menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian.

Langkah itu dinilai penting untuk mencegah munculnya bentrokan susulan yang dapat membahayakan masyarakat.

Sementara itu, aparat kepolisian terus meningkatkan pengamanan di kawasan Tanjung Morawa guna menjaga situasi tetap kondusif.

Kasus penembakan yang menewaskan Doni Pacek menjadi perhatian karena tidak hanya mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, tetapi juga membahayakan warga yang tidak terlibat dalam perselisihan.

Polisi masih mendalami penggunaan senjata dalam peristiwa tersebut, motif penyerangan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Pengungkapan kasus secara menyeluruh diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban sekaligus mencegah kekerasan serupa kembali terjadi di wilayah Deli Serdang.* (tm/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BEM UI Kritik Keras 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintahan Gagal, untuk Apa Dievaluasi? Sudah Tak Ada Harapan
2 Tahun Prabowo-Gibran, BEM UI dan Mahasiswa Sejumlah Kampus Turun ke Jalan Hari Ini!
Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Turun Langsung Pantau Lalu Lintas Banda Aceh, Pastikan Pelayanan Polisi Dirasakan Warga
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Selasa 20 Oktober 2026: Sebagian Wilayah Hujan Disertai Petir
P-APBD Sumut 2026 Naik Rp 1,29 T Usai Evaluasi, DPRD Dorong Opsi Pinjaman Khusus Infrastruktur
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba di Medan Sunggal, 11 Paket Sabu dan Ganja Disita
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru