BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Sapu Bersih Sarang Narkoba di 9 Wilayah Sumut, Tokoh Masyarakat Tantang Polisi Buru Bandar Kakap

Hadyan - Kamis, 22 Oktober 2026 17:20 WIB
Sapu Bersih Sarang Narkoba di 9 Wilayah Sumut, Tokoh Masyarakat Tantang Polisi Buru Bandar Kakap
Koordinator Komunitas Horas Halak Hita Provinsi Sumatera Utara, Yudhi Simorangkir. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Komunitas Horas Halak Hita (H3) menyatakan dukungan terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Polisi Sonny Irawan dalam memberantas peredaran narkoba. H3 berharap penindakan tidak hanya menyasar pengguna, tetapi juga bandar dan jaringan pengedar hingga ke akar-akarnya.

Koordinator Komunitas Horas Halak Hita Provinsi Sumatera Utara, Yudhi Simorangkir, mengapresiasi penggerebekan yang dilakukan Bareskrim Polri bersama Polda Sumut terhadap sembilan wilayah yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba, termasuk Kabupaten Toba.

Menurut Yudhi, operasi tersebut menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika yang mengancam masyarakat, khususnya generasi muda di Sumatera Utara.

Baca Juga:

Ia menilai pemberantasan narkoba perlu dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, mulai dari penindakan terhadap bandar serta pengedar hingga pengungkapan jaringan pemasok.

"Pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada pengguna. Aparat penegak hukum harus terus memburu bandar dan jaringan pengedar hingga ke akar-akarnya agar peredaran narkoba dapat ditekan secara serius," ujar Yudhi.

Yudhi mengatakan persoalan narkoba menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda, termasuk masyarakat Batak di Bona Pasogit atau kampung halaman. Karena itu, menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, tidak hanya kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ia juga menyoroti kondisi Sumatera Utara yang masih menghadapi persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani melalui penegakan hukum yang tegas sekaligus penguatan upaya pencegahan di tengah masyarakat.

H3 secara khusus menyoroti operasi pemberantasan narkoba yang menyasar sembilan wilayah, yakni Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Mandailing Natal, Karo, Toba, Samosir, Nias Selatan, Pakpak Bharat, serta Kota Sibolga.

Menurut Yudhi, Kabupaten Toba perlu mendapat perhatian karena merupakan bagian dari jalur lintas tengah Sumatera dan memiliki kawasan strategis pariwisata di sekitar Danau Toba, termasuk Balige, Porsea, Laguboti, dan Ajibata.

Ia berharap operasi kepolisian dilakukan secara berkelanjutan agar dapat menekan peredaran narkoba sekaligus mencegah terbentuknya kembali jaringan pengedar di wilayah tersebut.

Selain mendukung penegakan hukum, H3 mendorong pemerintah daerah memperkuat sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Yudhi turut mengajak pimpinan sinode gereja, Uskup Agung, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, serta komunitas lokal untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, pendekatan keagamaan, pendidikan keluarga, dan partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran bersama untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.

H3 juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba. Warga diharapkan melaporkan informasi yang relevan kepada aparat berwenang melalui saluran resmi, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

"Pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab Polri atau BNN, melainkan tanggung jawab kita bersama. Semua pihak harus bersatu menyelamatkan generasi muda dan masa depan anak cucu kita," tegas Yudhi.

Ia menambahkan, H3 berkomitmen mendukung upaya pemberantasan narkoba sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

"Darurat narkoba harus kita akhiri mulai hari ini. Kita harus bergerak bersama demi masa depan generasi muda dan Bona Pasogit," tutupnya.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru