Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
SUMBAR –Aksi perampokan yang melibatkan dua anggota polisi dari Ditsamapta Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengejutkan publik. Briptu MPP (29 tahun) dan Bripda MSAD (21 tahun) bersama seorang pelaku sipil berinisial HS (38 tahun) diduga terlibat dalam perampokan mobil pengangkut uang senilai Rp 5,1 miliar yang sedang dalam perjalanan untuk pengisian mesin ATM. Perampokan terjadi di Flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman pada Selasa (27/8) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, menjelaskan bahwa mobil pengangkut uang tersebut awalnya membawa uang sebanyak Rp 6,2 miliar. Setelah Rp 1,1 miliar dipindahkan ke mesin ATM, sisa uang sebanyak Rp 5,1 miliar masih berada di dalam mobil saat kejadian. “Di perjalanan, anggota polisi yang sedang mengawal mobil dihubungi oleh pelaku HS. Saat mobil berhenti, dua oknum polisi ini melakukan eksekusi dengan ancaman senjata api kepada sopir dan pengawal,” ujar Suharyono dalam konferensi pers di Mapolda Sumbar, Rabu (28/8).
Dalam aksi tersebut, pelaku berhasil memindahkan uang sebanyak Rp 2,5 miliar ke mobil lain. Uang tersebut masih berada dalam kotak penyimpanan dan belum ditemukan. Kapolda Suharyono menambahkan bahwa motif di balik perampokan ini masih dalam penyelidikan. “Kami masih mendalami bagaimana perencanaan antara pelaku sipil dan dua anggota polisi ini,” ujarnya.
Briptu MPP telah berdinas sebagai anggota polisi selama delapan tahun, sedangkan Bripda MSAD baru berdinas selama satu tahun 11 bulan. Penyidik saat ini sedang menyelidiki keterlibatan ketiga pelaku dalam perampokan tersebut, termasuk apakah ada otak di balik aksi ini. Sementara itu, seorang anggota polisi yang bertugas melakukan pengawalan masih berstatus sebagai saksi.
Penangkapan para pelaku dilakukan dalam waktu kurang dari 1×24 jam setelah perampokan terjadi. Kapolda Suharyono mengungkapkan bahwa pemeriksaan dan penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan semua keterlibatan dan peran dalam aksi perampokan ini.
Uang miliaran yang dirampok rencananya akan diisi ke mesin ATM BRI di beberapa wilayah di Kabupaten Padang Pariaman, dengan PT Bringin Gigantara sebagai vendor pengisian uang ATM. Kasus ini mengundang perhatian luas dan menimbulkan keprihatinan mendalam terkait integritas aparat kepolisian serta keamanan pengangkutan uang.
Kapolda Sumbar memastikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh dan menegakkan hukum kepada pelaku yang terlibat. “Kami berupaya untuk mengungkap secara tuntas peran masing-masing pelaku dan memastikan keadilan bagi pihak yang dirugikan,” pungkas Suharyono.(N/014)
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI