Ramai Kritik MBG, Wakil Kepala BGN Beri Respons Tegas
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa lembaganya terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat
NASIONAL
DEPOK -Gelapnya malam Jumat di Depok menjadi saksi dari tragedi yang melibatkan lima anggota kepolisian, di mana yang seharusnya menjadi pelindung justru terlibat dalam aksi melanggar hukum yang meresahkan warga. Kasus pesta narkoba yang melibatkan 5 polisi, dengan barang bukti yang tak terbantahkan, mengguncang kenyamanan masyarakat dan menyoroti dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba di kalangan penegak hukum sendiri.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana, dengan tegas menyampaikan bahwa penangkapan tersebut berawal dari keluhan warga yang merasa terganggu dengan adanya kehadiran sejumlah anggota polisi yang sering berkumpul di suatu rumah di Kecamatan Cimanggis. Dari keluhan tersebut, pihak kepolisian melakukan tindakan cepat yang mengungkap praktik ilegal yang terjadi di balik tirai rumah tersebut.
Dari hasil penangkapan yang dilakukan, barang bukti yang disita cukup mengejutkan. Mulai dari senjata api ilegal hingga narkoba dalam jumlah yang cukup besar, memberikan gambaran betapa seriusnya kasus ini. Sejumlah polisi yang terlibat langsung diamankan untuk dilakukan tes urine, yang hasilnya mengungkap fakta yang tak terbantahkan bahwa mereka terlibat dalam konsumsi narkoba jenis amphetamin dan methamphetamin.
Identitas dari para pelaku, yang sebelumnya dihormati dengan pangkat dan tugas sebagai penegak hukum, sekarang menjadi sorotan yang menyesakkan. Inisial mereka: Briptu FAR, Briptu IR, Brigadir DP, Briptu FQ, dan Brigadir DW. Ini bukan sekadar nama, tetapi cerminan dari kekecewaan yang dalam bagi institusi kepolisian dan masyarakat yang mempercayakan keamanan dan keadilan kepada mereka.
Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini membuka diskusi penting tentang peran dan tanggung jawab sosial yang harus dipegang teguh oleh aparat penegak hukum. Penyalahgunaan narkoba di kalangan petugas kepolisian bukan hanya masalah individu, tetapi juga mencerminkan kelemahan dalam sistem pengawasan dan pembinaan di dalam institusi tersebut.
Melalui pemberitaan yang jujur dan tajam, kasus ini tidak hanya menjadi berita sensasional, tetapi juga panggilan untuk refleksi bersama tentang bagaimana membangun sistem yang lebih kuat, transparan, dan akuntabel dalam menjaga profesionalisme dan integritas di lingkungan penegak hukum.
(N/014)
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa lembaganya terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat
NASIONAL
BADUNG Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak kader Pemuda Muhammadiyah untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan di wil
NASIONAL
BANDUNG Pemerintah memastikan Rancangan UndangUndang tentang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) akan memberikan pengakuan dan perlindungan huk
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDUNG Pemerintah mengusulkan ketentuan baru dalam Rancangan UndangUndang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) yang melarang anggota maupun pur
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuka opsi pember
KESEHATAN
SAMARINDA Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas&039ud, merespons tuntutan massa aksi yang mendesaknya mundur dari jabatan saat demonstra
NASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menanggapi rencana penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Da
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperluas kerja sama bilateral dengan Jepang dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Qur&039an (MTQ) Ke52 Tingkat Kabupaten Tahun 2026 di Lapan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) I Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Universitas Terbuka (PW IKA UT) Medan Sumatera Utara Tahun
NASIONAL