BREAKING NEWS
Selasa, 30 Juni 2026

Trump Larang Harvard Terima Mahasiswa Asing, Mahasiswa Internasional Ramai-Ramai Ajukan Pindah Kampus

Adelia Syafitri - Kamis, 29 Mei 2025 17:50 WIB
Trump Larang Harvard Terima Mahasiswa Asing, Mahasiswa Internasional Ramai-Ramai Ajukan Pindah Kampus
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CAMBRIDGE – Ribuan mahasiswa asing di Universitas Harvard dilaporkan mulai mencari alternatif kampus lain menyusul larangan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mencegah universitas elite itu menerima mahasiswa internasional untuk tahun ajaran 2025-2026.

Kebijakan kontroversial ini menimbulkan keresahan besar di kalangan pelajar dan akademisi internasional yang menempuh pendidikan di Harvard.

Direktur Layanan Imigrasi Harvard, Maureen Martin, dalam dokumen pengadilan distrik AS yang dirilis Rabu (28/5), menyatakan bahwa kampus dibanjiri permintaan informasi tentang proses pindah ke universitas lain.

"Terlalu banyak mahasiswa internasional untuk dihitung yang mengajukan pertanyaan tentang kemungkinan pindah ke universitas lain," ungkap Martin dalam keterangannya.

Larangan dari pemerintah Trump dinilai mengancam keberadaan lebih dari 27 persen mahasiswa Harvard yang berasal dari luar negeri.

Mereka diminta segera pindah kampus, atau terancam kehilangan izin tinggal di AS.

"Tindakan keras Trump ini telah memicu ketakutan, kekhawatiran, dan kebingungan yang mendalam di kalangan mahasiswa dan staf Harvard," tambah Martin.

Dampaknya tidak hanya dirasakan secara administratif, namun juga secara psikologis.

Banyak mahasiswa mengaku mengalami tekanan emosional berat, dan kesulitan fokus belajar.

Bahkan, sebagian mahasiswa dilaporkan takut mengikuti acara wisuda, sementara lainnya membatalkan rencana pulang kampung karena khawatir tak bisa kembali ke AS.

Uniknya, tidak hanya mahasiswa asing yang terdampak.

Sejumlah mahasiswa lokal AS di Harvard juga menyatakan niat serius untuk pindah karena menolak belajar di lingkungan yang tidak inklusif.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru