BREAKING NEWS
Kamis, 21 Mei 2026

Thailand Catat 50.000 Kasus Baru Covid-19 dalam Sepekan, Sejumlah Sekolah Kembali Terapkan Kelas Online

Adelia Syafitri - Senin, 02 Juni 2025 11:05 WIB
Thailand Catat 50.000 Kasus Baru Covid-19 dalam Sepekan, Sejumlah Sekolah Kembali Terapkan Kelas Online
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANGKOK – Lonjakan kasus Covid-19 kembali melanda Thailand. Dalam sepekan terakhir, lebih dari 50.000 kasus baru tercatat, memicu kekhawatiran sejumlah sekolah yang akhirnya memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran secara daring (online).

Informasi tersebut disampaikan oleh Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) Thailand.

"Banyak sekolah memilih untuk mengadakan kelas daring sebagai bentuk kehati-hatian," ujar pernyataan resmi DDC yang dikutip dari Bangkok Post, Senin (2/6/2025).

Meski demikian, DDC tetap menganjurkan agar sekolah-sekolah tidak ditutup sepenuhnya.

Mereka menyatakan bahwa isolasi mandiri dan langkah skrining sudah cukup untuk menekan penyebaran virus di lingkungan pendidikan.

"Sekolah tidak perlu ditutup untuk mengendalikan lonjakan kasus Covid-19. Pemeriksaan intensif dan isolasi bagi siswa atau staf yang positif sudah cukup efektif, kecuali dalam kondisi ekstrem," jelas DDC.

Pihak sekolah juga diminta segera melapor ke Satgas Kesehatan jika ditemukan dua atau lebih kasus Covid-19 dalam satu kelas dalam kurun waktu satu minggu.

Juru bicara DDC Thailand, dr Jurai Wongsawat, mengungkapkan bahwa hingga 28 Mei 2025, sejumlah klaster baru telah teridentifikasi:

- 6 wabah di penjara (198 kasus)

- 5 wabah di sekolah (258 kasus)

- 2 wabah di kamp militer (178 kasus)

- 1 klaster rumah sakit (35 kasus)

Varian JN.1 dilaporkan mendominasi kasus dengan proporsi 63 persen, menggantikan varian sebelumnya XEC yang kini hanya menyumbang 3 persen dari total infeksi.

Kementerian Kesehatan Thailand mengimbau masyarakat untuk kembali menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari keramaian.

Wisatawan yang baru kembali dari negara-negara dengan lonjakan kasus juga diwajibkan untuk memantau kondisi kesehatannya secara mandiri.*

(sn/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru