BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Presiden Brasil di KTT BRICS: Akhiri Pendudukan Israel, Dirikan Negara Palestina Berdaulat

Abyadi Siregar - Senin, 07 Juli 2025 22:19 WIB
Presiden Brasil di KTT BRICS: Akhiri Pendudukan Israel, Dirikan Negara Palestina Berdaulat
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS, Senin (7/7/2025). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

RIO DE JANEIRO – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyerukan diakhirinya pendudukan Israel dan pendirian negara Palestina yang berdaulat dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS, Senin (7/7/2025).

Seruan ini disampaikan Lula dalam sesi khusus yang membahas Perdamaian, Keamanan, dan Reformasi Tata Kelola Global di Rio de Janeiro.

Dalam pidatonya, Lula menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi kemanusiaan di Gaza dan menyoroti meningkatnya eskalasi militer Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga:

"Tidak ada alasan sama sekali untuk membenarkan tindakan teroris yang dilakukan Hamas," ujar Lula tegas, sebagaimana dikutip dari laman resmi BRICS.

Namun, Lula juga menekankan bahwa kecaman terhadap Hamas tidak boleh dijadikan dalih untuk membenarkan kekerasan sistematis yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga:

Ia menuduh Israel melakukan tindakan yang mengarah pada genosida, termasuk pembunuhan warga sipil secara membabi buta dan penggunaan kelaparan sebagai senjata perang.

"Negara-negara BRICS tidak boleh acuh terhadap praktik genosida. Dunia menyaksikan pembunuhan warga sipil tanpa pandang bulu, dan penggunaan kelaparan sebagai alat perang," tegas Lula.

Lula menyatakan bahwa satu-satunya solusi jangka panjang untuk perdamaian di Timur Tengah adalah melalui pengakuan terhadap negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

"Solusi dari konflik tersebut hanya akan mungkin terjadi dengan akhir dari pendudukan Israel serta pendirian negara Palestina yang berdaulat dengan batas-batasnya pada 1967," ujarnya.

Pernyataan ini mempertegas posisi Brasil dan negara-negara BRICS dalam mendukung pendekatan dua negara sebagai dasar penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Selain konflik di Gaza, Lula juga menyinggung berbagai pelanggaran hukum internasional lainnya, termasuk yang terjadi di Iran dan Ukraina.

Ia mengkritik keras lemahnya penerapan hukum internasional yang ia sebut sebagai "surat mati" di tengah meningkatnya konflik global pasca-Perang Dunia II.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dari Monte Sole untuk Gaza: Kardinal Zuppi Bacakan Ribuan Nama Anak sebagai Simbol Duka dan Harapan
UI Minta Maaf Usai Undang Peter Berkowitz, Tegaskan Komitmen pada Konstitusi dan Dukungan terhadap Palestina
Dubes Rusia Tegaskan Tak Pernah Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran: Kasus Satriya Arta Tanggung Jawab Pribadi
Netanyahu Tuduh Macron Antisemit, Istana Elysee: Pernyataan yang Tercela!
Mantan Imam Yahudi Israel: Netanyahu Seorang Ateis, Jangan Mudah Percaya Janjinya
PM Denmark Sebut Netanyahu "Masalah", Desak Tekanan Uni Eropa terhadap Israel
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru