Asap Berbahaya Masih Menyelimuti Lokasi Kebakaran, Rico Waas Minta Warga Segera Mengungsi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
RIO DE JANEIRO -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kekuatan ekonomi negara-negara BRICS kini telah melampaui kelompok G7 jika dilihat dari sisi purchasing power parity (PPP).
Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam keterangannya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada KTT BRICS ke-17 yang berlangsung di Brasil, Minggu-Senin (6–7 Juli 2025).
Menurut Airlangga, keikutsertaan Indonesia dalam BRICS menjadi strategis karena memperkuat posisi ekonomi negara-negara berkembang. "Dengan masuknya Indonesia dan sejumlah negara lain, BRICS kini merepresentasikan 40 persen GDP global dan mencakup 56 persen penduduk dunia," jelasnya, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/7/2025).
Airlangga juga menegaskan bahwa berdasarkan PPP, ekonomi BRICS telah melampaui G7, kelompok yang terdiri dari negara-negara ekonomi maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, Italia, dan Kanada.
Lebih lanjut, Airlangga menyebut bahwa Presiden Prabowo dalam pidatonya di hari pertama KTT menegaskan penolakan terhadap perang, serta menyerukan reformasi sistem multilateral, termasuk keterwakilan yang adil bagi negara-negara Global South di forum global seperti PBB.
Presiden juga menyuarakan dukungan kuat terhadap kemerdekaan Palestina dan mengajak agar semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 (Bandung Spirit) dihidupkan kembali melalui forum BRICS.
Dalam sesi khusus mengenai kerja sama ekonomi, keuangan, dan teknologi, Presiden Prabowo juga mendorong penguatan lembaga keuangan BRICS yakni New Development Bank (NDB) untuk mendanai proyek-proyek strategis seperti energi baru terbarukan, infrastruktur, dan energi hijau di negara-negara berkembang.
KTT BRICS ke-17 kali ini dihadiri oleh para pemimpin dari sebelas negara anggota, yaitu Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Arab Saudi, Ethiopia, Indonesia, dan Iran. Selain itu, sejumlah negara mitra seperti Malaysia, Vietnam, Nigeria, dan Kuba turut terlibat dalam forum.
Dengan berkembangnya keanggotaan BRICS dan semakin menguatnya peranannya dalam geopolitik dan ekonomi global, forum ini diharapkan menjadi wadah baru bagi suara-suara negara berkembang untuk berperan lebih aktif dalam menentukan arah masa depan dunia.*
(km/j006)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Maluku Medan Bersatu (MMB) yang telah menunjukkan kepedulian so
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepada Sekretaris Kabinet (
NASIONAL
MONTERREY Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru sukses meraih kemenangan te
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) tetap dalam k
NASIONAL
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA