Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ALBANIA – Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia
pemerintahan
modern, Perdana Menteri
Albania Edi Rama secara resmi menunjuk
Diella, sebuah bot kecerdasan buatan (
AI), sebagai anggota kabinet setingkat
menteri untuk memberantas
korupsi dalam sistem pengadaan publik.
Penunjukan ini menjadikan
Diella sebagai
menteri pertama di dunia yang sepenuhnya virtual, tanpa eksistensi fisik. Bot ini dikembangkan untuk menjadi pengawas utama tender publik, dengan tujuan mewujudkan sistem pengadaan yang 100% bebas dari praktik
korupsi.
Baca Juga:
"
Diella, anggota kabinet pertama yang tidak hadir secara fisik, tetapi telah diciptakan secara virtual oleh
AI, akan membantu menjadikan
Albania, sebuah negara di mana tender publik 100% bebas
korupsi," ujar Edi Rama seperti dikutip dari The Guardian, Senin (15/9/2025).
Diella awalnya diluncurkan pada Januari lalu sebagai asisten virtual di platform e-
Albania, yang merupakan sistem layanan
digital pemerintahan
Albania.
Dalam perannya tersebut,
Diella telah membantu warga negara menyelesaikan berbagai urusan birokrasi melalui perintah suara, termasuk akses ke lebih dari 95% layanan publik
digital.Keberhasilan itu membuat
pemerintah Albania memperluas fungsi
Diella, menjadikannya sebagai "Pelayan Pengadaan Publik".
Peran utamanya adalah meninjau dan menilai secara objektif semua pengeluaran negara dalam proses tender, termasuk dalam kontrak antara
pemerintah dan sektor swasta.Dengan teknologi yang mendasarinya,
Diella akan menjadi sistem evaluasi otomatis, menggantikan peran manusia dalam proses pengambilan keputusan tender secara bertahap.
Pemerintah mengklaim, langkah ini dilakukan untuk menutup celah potensi penyalahgunaan kekuasaan, kolusi, dan
korupsi dalam pengelolaan dana publik."Semua proses pengadaan akan dievaluasi oleh
Diella agar lebih transparan dan akuntabel. Tidak ada lagi ruang kompromi dalam integritas publik," ungkap Rama.
Meski terobosan ini dipuji sebagai inovasi besar dalam tata kelola
pemerintahan
digital, sejumlah pihak mempertanyakan pengawasan dan akuntabilitas sistem
AI seperti
Diella. Belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme pengawasan manusia terhadap keputusan yang diambil oleh
AI, ataupun mitigasi terhadap potensi manipulasi sistem.
Hal ini menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya kekhawatiran global soal kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan kritis, termasuk dalam sektor
pemerintahan dan keuangan publik.Langkah
Albania ini menandai transformasi radikal dalam sistem birokrasi, dan berpotensi menjadi model baru bagi negara-negara lain dalam menghadapi
korupsi dengan pendekatan berbasis teknologi.
Namun, tantangan etik, hukum, dan teknis dari penggunaan
AI dalam
pemerintahan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.Dengan
Diella kini duduk di "kabinet
digital",
Albania menjadi negara pertama yang secara resmi mengangkat
AI sebagai pejabat publik, membuka era baru bagi tata kelola negara yang menggabungkan inovasi, efisiensi, dan transparansi dalam satu sistem.*
(vo/a008)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.