Salah satu pengemudi taksi, Majid Ebrahimi, menyebut harga pangan melonjak rata-rata 72 persen dibanding tahun lalu, termasuk susu yang naik enam kali lipat dan barang lain hingga 10 kali lipat.
"Seandainya pemerintah bisa menurunkan harga barang selain bahan bakar, tekanan ini mungkin bisa berkurang," ujar Majid kepada Al Jazeera.
Situasi ini menegaskan bahwa krisis ekonomiIran tidak hanya soal nilai tukar, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, memperburuk ketegangan politik, dan memperluas gelombang protes.*