Melalui akun X-nya, @SBYudhoyono, SBY mengingatkan kemungkinan terjadinya Perang Dunia III jika upaya pencegahan tidak dilakukan secara nyata.
"Sebagai seseorang yang puluhan tahun mempelajari geopolitik, perdamaian, dan sejarah peperangan, terus terang saya cemas jika dunia mengalami prahara besar, apalagi jika itu Perang Dunia Ketiga," tulis SBY, Senin (19/1).
Mantan Presiden keenam RI itu menekankan bahwa doa saja tidak cukup untuk mencegah perang global.
"Perang total dan nuklir bisa memusnahkan peradaban. Tapi tidak cukup dengan doa, jika bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja sama menyelamatkan dunia," ujarnya.
SBY mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif menggelar Sidang Umum Darurat (Emergency UN General Assembly) untuk membahas langkah-langkah pencegahan krisis dunia, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia baru.
Meski menyadari PBB saat ini tidak berdaya, ia berharap organisasi internasional itu tidak membiarkan situasi memburuk.
Selain itu, SBY menegaskan pentingnya kesadaran global.
"Mungkin seruan ini seperti berseru di padang pasir, tetapi bisa menjadi awal kesadaran dan langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia," katanya.
Kondisi geopolitik dunia memang memanas, dengan konflik di Rusia-Ukraina, Thailand-Myanmar, Israel-Palestina, hingga ketegangan di Timur Tengah.