BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Indonesia Bersama 7 Negara Muslim Resmi Bergabung ke Dewan Perdamaian Trump

Adelia Syafitri - Kamis, 22 Januari 2026 08:38 WIB
Indonesia Bersama 7 Negara Muslim Resmi Bergabung ke Dewan Perdamaian Trump
Gedung Kementerian Luar Negeri. (Foto: Dok. kemlu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Indonesia resmi bergabung bersama tujuh negara mayoritas Muslim lainnya dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk mengakhiri konflik Gaza. Pengumuman ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis, 22 Januari 2026, melalui akun resmi X (dulu Twitter) Kemlu.

Negara-negara yang tergabung dalam dewan tersebut antara lain Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Baca Juga:

Bergabungnya Indonesia menegaskan kembali dukungan bagi pemerintahan transisi yang menjadi bagian dari Rencana Komprehensif untuk menyelesaikan konflik Gaza.

Dalam pernyataan resmi, Kemlu RI menegaskan bahwa "para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump, dan komitmen untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.

"Langkah ini sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang bertujuan mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, dan mendorong perdamaian yang adil berdasarkan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Pernyataan serupa juga disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Dewan ini awalnya difokuskan pada pembangunan kembali Gaza, namun laporan menunjukkan peran dewan tidak terbatas hanya di Jalur Gaza, dan dapat berpotensi menyaingi fungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menimbulkan kontroversi di beberapa negara sekutu AS, termasuk Prancis.

Selain Indonesia, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menerima undangan bergabung, meskipun terdapat keberatan terkait keterlibatan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan diplomat Qatar Ali Al-Thawadi dalam Dewan Eksekutif Gaza.

Langkah ini muncul di tengah ketegangan diplomatik regional, termasuk antara UEA dan Arab Saudi, yang sama-sama mencoba memperoleh dukungan dari pemerintahan Trump melalui janji investasi dan kesepakatan bisnis.*

(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Marcella Santoso Ngaku Ditekan Akui Jadi Dalang Aksi ‘Indonesia Gelap’, Jaksa Bantah
Pencalonan Keponakan Prabowo sebagai Deputi Gubernur BI Tuai Sorotan, Pengamat Ingatkan Bahaya Intervensi Politik
Kejaksaan Lelang Kapal Tanker MT Arman 114 Bermuatan Light Crude Oil di Batam
Menteri ATR Dorong Percepatan One Map Policy, Target Selesaikan Peta Sebelum 2028
Indonesia Bakal Punya 10 Kampus Kedokteran Internasional, Mahasiswa Belajar Pakai Bahasa Inggris
Indonesia Kutuk Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem Timur
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru