Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosialnya, menyusul laporan serangkaian ledakan di sejumlah kota di Iran.
Kantor berita semi-resmi Fars News Agency melaporkan ledakan terdengar di Teheran serta beberapa kota lain, termasuk Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah.
Di ibu kota Teheran, beberapa rudal dilaporkan menghantam kawasan Jalan Universitas dan area Republik. Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal membubung di sejumlah titik pusat kota.
Trump menyatakan Amerika Serikat memulai "operasi tempur besar-besaran di Iran.
"Sejumlah pejabat AS menyebutkan serangan dilancarkan dari pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah serta dari kapal induk yang beroperasi di perairan regional.
Operasi ini disebut lebih besar dibandingkan serangan Amerika Serikat pada Juni 2025 yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan terbaru tersebut.
Serangan ini terjadi setelah eskalasi ketegangan antara Israel dan Iran. Sebelumnya, laporan menyebutkan adanya serangan Israel di Teheran yang memicu rangkaian ledakan lanjutan.
Pejabat Iran menyatakan pemerintah di Teheran tengah mempersiapkan respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap stabilitas global, termasuk pasokan energi dunia.
Perkembangan situasi masih berlangsung, sementara sejumlah negara menyerukan penahanan diri untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.*