Ratusan Paus Pilot Terdampar di Rote Ndao, Penyelamatan Dramatis Libatkan Polisi dan Nelayan
NTT Ratusan paus pilot terdampar di perairan dangkal Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (
PERISTIWA
TEHERAN – Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, resmi dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran oleh Majelis Pakar, satu minggu setelah wafatnya sang ayah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Keputusan ini menegaskan dominasi kelompok garis keras dalam politik Teheran.
Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama senior menyatakan Mojtaba, 56 tahun, sebagai penerus mendiang Khamenei.Baca Juga:
"Seorang kandidat dipilih sesuai arahan almarhum Khamenei: pemimpin tertinggi harus 'dibenci oleh musuh'," ujar anggota Majelis Pakar Mohsen Heidari Alekasir.
Pernyataan ini disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Mojtaba sebagai pilihan yang "tidak dapat diterima".
Mojtaba dikenal memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan jaringan bisnis keluarga yang luas.
Posisi ini memberinya pengaruh kuat dalam politik dan keamanan, meskipun ia jarang tampil di publik dan tidak pernah memegang jabatan formal pemerintahan.
Lahir di Mashhad pada 1969, Mojtaba tumbuh di tengah perlawanan terhadap rezim Shah dan ikut bertugas dalam Perang Iran-Irak.
Ia menempuh pendidikan agama di Qom dan meraih gelar Hojjatoleslam, satu tingkat di bawah pangkat Ayatollah.
Kritikus menilai gelarnya tidak cukup untuk memimpin negara, namun loyalitasnya kepada garis keras membuatnya menjadi kandidat utama.
Pemimpin Tertinggi Iran memegang kendali penuh atas urusan negara, termasuk kebijakan luar negeri dan program nuklir.
Kekhawatiran internasional muncul karena langkah ini menandakan keberlanjutan politik garis keras, yang kemungkinan menekan tuntutan reformasi internal dan menimbulkan ketegangan lebih lanjut dengan Barat.
Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi kepada Mojtaba sejak 2019, menegaskan perannya sebagai wakil mendiang Khamenei dalam kapasitas politik dan keamanan.
Sementara itu, di dalam negeri, sebagian warga Iran menilai pengangkatan ini sebagai bentuk politik dinasti yang kontroversial.
Dengan terpilihnya Mojtaba, para pengamat menilai garis keras Iran akan tetap mengontrol keputusan strategis, termasuk hubungan dengan Amerika Serikat, Israel, dan program nuklir negara tersebut.*
(d/ad)
NTT Ratusan paus pilot terdampar di perairan dangkal Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (
PERISTIWA
JAKARTA Pembina Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan, Ida Yulidina Purbaya, mendorong pengembangan komoditas perkebunan strategi
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran sangat tuntas dan jauh lebih cepat dari p
INTERNASIONAL
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong peningkatan kualitas pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai langk
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah bagi Pegawai Pemerinta
PEMERINTAHAN
KUWAIT Emir Kuwait, Sheikh Meshal alAhmad alSabah, mengecam serangan Iran terhadap negaranya yang telah menewaskan 12 orang sejak 28 F
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berencana memberikan taklimat kepada seluruh masyarakat Indonesia terkait situasi
NASIONAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan terbatas dengan menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/
EKONOMI
TAPSEL Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau kesiapan ratusan rumah hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di Kabu
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjoso
HUKUM DAN KRIMINAL