9 WNI Eks Relawan Global Sumud Flotilla Bebas, Menlu RI Apresiasi Peran Turki
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan rasa syukur atas pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya di
INTERNASIONAL
TEHERAN – Iran merespons dengan keras ultimatum yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.
Trump sebelumnya mengancam Iran dengan batas waktu 48 jam untuk membuka jalur vital tersebut atau menghadapi "malapetaka".
Dalam postingannya di platform Truth Social, Trump menulis, "Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz. Waktu hampir habis, 48 jam sebelum semua malapetaka menimpa mereka."Baca Juga:
Namun, respons Iran tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.
Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, dengan tegas menyatakan bahwa ancaman Trump justru menunjukkan ketidakberdayaan dan kebodohan Amerika Serikat.
Ia mengancam akan menghancurkan seluruh infrastruktur militer AS dan Israel jika mereka berani melancarkan agresi terhadap Iran.
"Jika musuh AS-Zionis melakukan agresi apa pun, kami akan, tanpa batasan, menjadikan semua infrastruktur yang digunakan oleh tentara teroris AS, serta infrastruktur rezim Zionis, sebagai sasaran serangan terus-menerus dan dahsyat," ujar Aliabadi, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Kendati ketegangan antara kedua negara terus meningkat, ini bukanlah kali pertama Trump memberikan ultimatum terkait Selat Hormuz.
Sebelumnya, pada 21 Maret 2026, Trump juga mengancam untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran jika negara tersebut tidak segera membuka Selat Hormuz tanpa syarat.
Namun, dua hari setelah peringatan tersebut, Trump sedikit melunak, menyatakan bahwa percakapan dengan Iran berjalan positif.
Bahkan, Trump memutuskan untuk menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari.
Namun, dalam perkembangan terbaru, Iran tetap menunjukkan sikap keras dan menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka Selat Hormuz begitu saja.
Laporan intelijen terbaru yang dilansir dari Reuters menunjukkan bahwa Iran melihat kendalinya atas Selat Hormuz sebagai satu-satunya alat penekan nyata yang mereka miliki terhadap AS.
Teheran berpendapat, kontrol atas jalur pelayaran yang menghubungkan negara-negara penghasil minyak utama di dunia ini merupakan senjata strategis yang sangat penting untuk mereka.
Menurut sumber yang dekat dengan permasalahan ini, Iran berencana untuk terus mengepung jalur pelayaran Selat Hormuz guna menjaga harga energi tetap tinggi.
Strategi ini, diperkirakan, bertujuan untuk menekan Trump agar segera menghentikan perang dan mencari jalan keluar diplomatik.
Ini adalah upaya Iran untuk mempertahankan leverage mereka dalam menghadapi tekanan militer dan ekonomi dari Amerika Serikat.
"Makna sederhana dari pesan ini adalah bahwa pintu neraka akan terbuka untukmu," lanjut Aliabadi dalam ancamannya, yang semakin memperburuk ketegangan yang telah lama terjalin antara kedua negara tersebut.
Dengan situasi yang semakin tegang, dunia kini mengamati dengan cermat apakah langkah-langkah militer selanjutnya akan diambil oleh kedua negara atau apakah jalur diplomasi akan terbuka kembali untuk meredakan ketegangan yang semakin membahayakan kawasan Teluk Persia.*
(km/ad)
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan rasa syukur atas pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya di
INTERNASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Medan menuntut seorang anggota geng motor bernama Ragil Jawara dengan hukuman 20 tahun
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Dahlan IskanDOR!Mungkin tidak ada yang tewas oleh tembakan Presiden Prabowo di sidang pleno DPR kemarin. Tapi yang terluka pasti banya
OPINI
MEDAN Ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, aktivis, hingga masyarakat umum menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) dan disk
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menjajaki kerja sama dengan RS AnNisa untuk menghadirkan layanan kes
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menghadiri rapat arahan Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rek
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memaparkan sejumlah capaian transformasi layanan kesehatan di Kota Medan saat menerima ku
PEMERINTAHAN
MEDAN Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Medan didorong untuk naik kelas dan memperluas pasar melalui proses kurasi pro
EKONOMI
MEDAN Sebanyak 1.100 atlet pelajar dari berbagai sekolah di Kota Medan meramaikan Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Medan 2026 yang r
OLAHRAGA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur&039an (L
PEMERINTAHAN