BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Indonesia–Filipina Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis, dari Ekonomi hingga Pertahanan

- Kamis, 23 April 2026 15:40 WIB
Indonesia–Filipina Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis, dari Ekonomi hingga Pertahanan
Menlu RI, Sugiono (Foto: Kemlu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Filipina sepakat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, hingga pertahanan.

Kesepakatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, usai pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) bersama Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, di Kementerian Luar Negeri, Kamis (23/4/2026).

"Hari ini kami membahas langkah-langkah konkret untuk semakin memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis," ujar Sugiono.

Baca Juga:

Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat memperluas kerja sama melalui penggunaan mata uang lokal (local currency settlement), penguatan sistem pembayaran berbasis QR, serta peningkatan konektivitas wilayah perbatasan seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos.

Sementara di sektor energi, Indonesia dan Filipina yang sama-sama produsen nikel dunia berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pengembangan mineral kritis.

"Kami menyambut kemajuan kemitraan mineral kritis, termasuk Nickel Alliance, untuk membangun rantai pasok global yang lebih tangguh," jelas Sugiono.

Dalam bidang politik dan keamanan, kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama maritim, pengelolaan perbatasan, serta mempercepat pembahasan delimitasi landas kontinen sesuai hukum internasional.

Selain itu, kerja sama industri pertahanan turut menjadi perhatian, termasuk peluang pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Indonesia.

"Kami juga sepakat meningkatkan kolaborasi industri pertahanan, termasuk melalui pengadaan peralatan pertahanan buatan Indonesia," ujarnya.

Di bidang konsuler, Indonesia dan Filipina mencatat kemajuan dalam penyelesaian isu warga keturunan kedua negara. Pemerintah telah melakukan proses registrasi dan identifikasi terhadap ribuan warga keturunan.

Sugiono menyebut sekitar 8.000 warga tercatat sebagai keturunan Indonesia dan sekitar 800 lainnya merupakan keturunan Filipina. Kedua negara memastikan pemenuhan hak mereka sesuai kewarganegaraan masing-masing.

Selain membahas kerja sama bilateral, kedua negara juga bertukar pandangan terkait isu kawasan dan global, termasuk pentingnya menjaga stabilitas di Laut China Selatan berdasarkan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat ke 7.576, Saham BDMN Melonjak Hampir 20 Persen
Rupiah Tembus Rp17.251 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah!
Menkeu Purbaya Ungkap RI Masuk “Survival Mode Ekonomi”, Fokus Jaga Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian Global
Konsumsi Sayur RI Dinilai Harus Naik Dua Kali Lipat untuk Dukung Target Program Makan Bergizi Gratis
BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Rp28,25 Miliar ke CU Paroki Aek Nabara Lebih Cepat dari Target
BI Proyeksikan The Fed Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026 Imbas Ketegangan Geopolitik Global
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru