Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, kehadiran pusat riset tersebut menandai perubahan besar dalam hubungan budaya kedua negara, dari sekadar pertukaran karya menjadi kolaborasi produksi bersama. (Foto: Dok. Kemenbud)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
SHANGHAI – Indonesia resmi memperkuat kerja sama di bidang ekonomi kreatif digital dengan meresmikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia di Shanghai, China. Fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat kolaborasi industri animasi, game, serta pengembangan kekayaan intelektual berbasis budaya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, kehadiran pusat riset tersebut menandai perubahan besar dalam hubungan budaya kedua negara, dari sekadar pertukaran karya menjadi kolaborasi produksi bersama.
"Ini bukan lagi cultural exchange, tetapi cultural co-creation. Kita membangun karya bersama, talenta bersama, dan IP yang bisa bersaing di pasar global," ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).
Fadli menjelaskan, China memiliki kekuatan besar dalam industri teknologi dan distribusi digital, sementara Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar sebagai sumber cerita dan karakter kreatif.
Menurutnya, kombinasi kedua kekuatan tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai produsen konten digital, bukan sekadar pasar.
"Indonesia adalah semesta cerita. Tantangannya adalah bagaimana budaya kita bisa menjadi IP yang kuat dan kompetitif di industri global," jelasnya.
Ia menyebut industri game global saat ini terus tumbuh pesat hingga mencapai ratusan miliar dolar AS. Indonesia sendiri memiliki basis pengguna game yang sangat besar di Asia Tenggara, namun masih didominasi produk luar negeri.
Karena itu, pemerintah mendorong penguatan ekosistem mulai dari pembiayaan, riset, teknologi, hingga perlindungan kekayaan intelektual agar industri lokal bisa berkembang lebih agresif.
Selain peresmian pusat riset, Kementerian Kebudayaan juga memperkuat program digitalisasi budaya melalui pengembangan database budaya nasional, IP berbasis budaya, hingga pengembangan teknologi seperti AI, AR/VR, dan animasi.
Fadli menegaskan, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya digital yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
"Kita ingin budaya Indonesia hadir di ruang digital dunia, bukan hanya sebagai tontonan, tapi sebagai industri bernilai tinggi," tegasnya.*
(d/dh)
Editor
: Nurul
RI Resmikan Pusat Riset Animasi dan Game di China, Dorong Kolaborasi Budaya Digital ke Pasar Global