BREAKING NEWS
Minggu, 26 April 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Pasukan UNIFIL

Nurul - Minggu, 26 April 2026 09:09 WIB
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Pasukan UNIFIL
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Foto: Dok. EMedia DPR RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Ia meminta pemerintah lebih memprioritaskan aspek keselamatan prajurit yang bertugas di wilayah konflik.

Prajurit tersebut, Praka Rico Pramudia (31), dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka parah akibat serangan di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Insiden itu terjadi saat ia menjalankan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Bangsa Indonesia menghadapi kehilangan atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon," kata Dave Laksono, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga:

Dave menyebut, gugurnya prajurit TNI kembali menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia memiliki risiko tinggi. Menurutnya, Indonesia tetap memiliki komitmen kuat dalam menjalankan misi internasional, namun keselamatan personel harus menjadi prioritas utama.

Ia juga mendorong pemerintah, Kementerian Pertahanan, dan TNI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pasukan di daerah misi, termasuk penguatan dukungan logistik dan koordinasi dengan PBB.

"Di tengah eskalasi konflik yang semakin kompleks, keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama," ujarnya.

Selain itu, Komisi I DPR juga menyoroti pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan pengerahan pasukan perdamaian agar tetap sejalan dengan perlindungan personel di lapangan.

Sementara itu, UNIFIL sebelumnya mengonfirmasi bahwa Praka Rico sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka serius.

UNIFIL turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia atas insiden tersebut.

Hingga kini, pemerintah Indonesia belum mengumumkan langkah lanjutan terkait kemungkinan peninjauan kembali penempatan pasukan di wilayah konflik Lebanon.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang, Ini Jenama yang Terlibat
Aziziyah Jadi Sektor Akomodasi Haji Terbesar di Makkah, Tampung Lebih dari 21.500 Jemaah Indonesia
Legislator Dorong Penguatan Investor Domestik untuk Kurangi Ketergantungan Modal Asing
Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Serapan Tenaga Kerja Capai 706 Ribu Orang
Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Tak Semua Kepala Daerah Buruk, Banyak yang Berprestasi dan Bekerja Keras di Daerah
Harga Kondom Naik 30% Akibat Perang Iran, Panic Buying China Perparah Rantai Pasok Global
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru