BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

Krisis BBM Makin Parah, Rusia Mulai Impor Bensin dari India

Nurul - Jumat, 03 Juli 2026 12:17 WIB
Krisis BBM Makin Parah, Rusia Mulai Impor Bensin dari India
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: GAVRIIL GRIGOROV/Pool/AFP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

RUSIA - Rusia mulai mengimpor bensin dari India untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di dalam negeri.

Krisis tersebut dipicu oleh serangan drone Ukraina yang berulang kali menghantam infrastruktur energi dan sejumlah kilang minyak di wilayah Rusia.

Langkah ini diambil ketika harga bensin di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami kenaikan.

Baca Juga:

Di sejumlah daerah, masyarakat bahkan harus menghadapi antrean panjang dan pembatasan pembelian bahan bakar.

Berdasarkan laporan Reuters pada Selasa (1/7/2026), sekitar 60.000 ton bensin asal India telah dikapalkan menuju Rusia sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi di negara tersebut.

Jumlah itu merupakan bagian dari rencana pemerintah Rusia untuk mengimpor sekitar 400.000 ton bensin setiap bulan dari berbagai negara, termasuk Belarus.

Pemerintah Rusia sebelumnya telah mengonfirmasi tengah melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara guna memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Kelangkaan BBM di Rusia semakin terasa karena terjadi bersamaan dengan musim panas, ketika konsumsi bahan bakar harian meningkat hingga sedikitnya 110.000 ton per hari.

Dalam pertemuan bersama sejumlah pejabat, Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa serangan drone Ukraina terhadap beberapa kilang minyak menjadi salah satu penyebab utama terganggunya pasokan bahan bakar di dalam negeri.

Meski demikian, Putin memastikan pemerintah Rusia terus mengambil berbagai langkah untuk mengatasi kondisi tersebut.

Sebagai bagian dari upaya penanganan krisis, parlemen Rusia pekan lalu mengesahkan perubahan terhadap kode pajak.

Salah satu ketentuan dalam aturan baru itu memberikan subsidi terhadap impor bensin dengan memperhitungkan harga dasar (gate price) dan biaya transportasi bahan bakar yang didatangkan dari India.

Di tengah krisis BBM yang dialami Rusia, hubungan perdagangan energi antara Moskwa dan New Delhi justru semakin menguat.

Kilang-kilang minyak di India meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia setelah mencari alternatif pasokan menyusul penutupan Selat Hormuz yang berdampak terhadap jalur distribusi energi dunia.

Berdasarkan data London Stock Exchange Group (LSEG) dan perusahaan pelacak kapal Kpler, impor minyak mentah India dari Rusia mencapai rekor tertinggi sekitar 2,7 juta barel per hari sepanjang Juni 2026.

Porsi minyak mentah Rusia dalam total impor minyak India juga meningkat tajam, dari 36,5 persen pada Mei menjadi lebih dari 50 persen pada Juni.

Peningkatan kerja sama energi tersebut menunjukkan hubungan dagang kedua negara tetap kuat di tengah ketidakpastian geopolitik dan gangguan rantai pasok energi global.* (km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
APEKSI Siapkan 10 Rekomendasi Strategis untuk Presiden Prabowo, Dorong Reformasi Keuangan Daerah hingga MBG
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.953 per Dolar AS, Tapi Masih Dibayangi Tekanan Global
Di Forum Rakernas APEKSI, Wali Kota Tanjungbalai Desak Pemerintah Pusat Rumuskan Kebijakan Fiskal yang Berpihak kepada Daerah
Purbaya Isyaratkan Harga Pertamax Berpotensi Turun, Ini Alasannya
Wakapolda Aceh Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Bacakan Lima Arahan Presiden Prabowo untuk Polri
PSN di Papua Selatan: Antara Pemerataan Pembangunan dan Keberlanjutan Lingkungan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru