Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
NEW DELHI - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India, dibayangi isu perang Iran serta konflik Rusia-Ukraina. Selain persoalan geopolitik, para pemimpin negara anggota juga akan membahas gejolak perdagangan global dan krisis energi.
KTT BRICS yang diikuti 11 negara itu berlangsung selama dua hari mulai Sabtu (12/9/2026). Sejumlah pemimpin negara telah tiba di New Delhi sejak Jumat (11/9/2026), termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Kehadiran Presiden China Xi Jinping juga menjadi perhatian utama karena kunjungan tersebut merupakan lawatan pertamanya ke India sejak 2019.
Baca Juga:
Kedatangan Xi disebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki hubungan India dan China yang sempat memanas setelah bentrokan militer di perbatasan Himalaya. Hubungan kedua negara kini mulai menunjukkan perbaikan melalui pemulihan penerbangan, layanan visa dan kontak tingkat tinggi.
"China siap bekerja sama dengan India... Dengan memperkuat komunikasi, meningkatkan kerja sama, dan menangani perbedaan secara tepat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, Jumat (11/9/2026).
Meski demikian, ketegangan lama antara kedua negara belum sepenuhnya hilang. Sengketa wilayah, defisit perdagangan dan persaingan strategis masih menjadi persoalan yang berpotensi menghambat hubungan India-China.
Menjelang KTT, sejumlah warga Tibet juga menggelar demonstrasi di New Delhi. Mereka memprotes kedatangan Xi Jinping dengan membawa poster penolakan terhadap kunjungan Presiden China tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan sambutan hangat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum pembicaraan resmi dimulai. Hubungan India dan Rusia selama ini dikenal dekat dan strategis.
BRICS sendiri dibentuk pada 2009 sebagai wadah kerja sama negara-negara ekonomi berkembang. Kelompok tersebut kemudian memperluas keanggotaan dengan masuknya sejumlah negara, termasuk Iran, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan BRICS didirikan untuk menghadapi praktik unilateralisme dalam tatanan global.
"BRICS didirikan untuk melawan unilateralisme," kata Pezeshkian saat berbicara dalam forum di New Delhi menjelang KTT.
Pezeshkian juga menyebut tekanan terhadap Iran semakin berat dalam beberapa bulan terakhir akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Kehadirannya di India sekaligus menempatkan persoalan Timur Tengah sebagai salah satu isu penting dalam KTT BRICS kali ini.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.