BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

KTT BRICS di India Dibayangi Perang Iran-Ukraina: Momen Kembalinya Xi Jinping hingga Kehadiran Putin dan Prabowo

Nurul - Sabtu, 12 September 2026 17:53 WIB
KTT BRICS di India Dibayangi Perang Iran-Ukraina: Momen Kembalinya Xi Jinping hingga Kehadiran Putin dan Prabowo
Perdana Menteri India Narendra Modi (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT BRICS di New Delhi, India, 11 September 2026. (Foto: INDIAN PRESS INFORMATION BUREAU (PIB) via AFP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NEW DELHI - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India, dibayangi isu perang Iran serta konflik Rusia-Ukraina. Selain persoalan geopolitik, para pemimpin negara anggota juga akan membahas gejolak perdagangan global dan krisis energi.

KTT BRICS yang diikuti 11 negara itu berlangsung selama dua hari mulai Sabtu (12/9/2026). Sejumlah pemimpin negara telah tiba di New Delhi sejak Jumat (11/9/2026), termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Kehadiran Presiden China Xi Jinping juga menjadi perhatian utama karena kunjungan tersebut merupakan lawatan pertamanya ke India sejak 2019.

Baca Juga:

Kedatangan Xi disebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki hubungan India dan China yang sempat memanas setelah bentrokan militer di perbatasan Himalaya. Hubungan kedua negara kini mulai menunjukkan perbaikan melalui pemulihan penerbangan, layanan visa dan kontak tingkat tinggi.

"China siap bekerja sama dengan India... Dengan memperkuat komunikasi, meningkatkan kerja sama, dan menangani perbedaan secara tepat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, Jumat (11/9/2026).

Meski demikian, ketegangan lama antara kedua negara belum sepenuhnya hilang. Sengketa wilayah, defisit perdagangan dan persaingan strategis masih menjadi persoalan yang berpotensi menghambat hubungan India-China.

Menjelang KTT, sejumlah warga Tibet juga menggelar demonstrasi di New Delhi. Mereka memprotes kedatangan Xi Jinping dengan membawa poster penolakan terhadap kunjungan Presiden China tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan sambutan hangat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum pembicaraan resmi dimulai. Hubungan India dan Rusia selama ini dikenal dekat dan strategis.

BRICS sendiri dibentuk pada 2009 sebagai wadah kerja sama negara-negara ekonomi berkembang. Kelompok tersebut kemudian memperluas keanggotaan dengan masuknya sejumlah negara, termasuk Iran, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan BRICS didirikan untuk menghadapi praktik unilateralisme dalam tatanan global.

"BRICS didirikan untuk melawan unilateralisme," kata Pezeshkian saat berbicara dalam forum di New Delhi menjelang KTT.

Pezeshkian juga menyebut tekanan terhadap Iran semakin berat dalam beberapa bulan terakhir akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Kehadirannya di India sekaligus menempatkan persoalan Timur Tengah sebagai salah satu isu penting dalam KTT BRICS kali ini.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bayar Utang Absen KTT ASEAN-Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin dan Puji Kemitraan Strategis RI-Rusia
Prabowo Pilih Fokus Benahi Agenda Dalam Negeri, Absen dari KTT ASEAN-Rusia
Prabowo Dijadwalkan Hadiri KTT ASEAN–Rusia di Kazan, Bertemu Putin Pekan Depan
Momentum Iduladha 2026, Volume Kendaraan di Ruas Tol JNT Naik Signifikan
Kemlu RI Bungkam Soal Tuntutan Israel Demi Keselamatan Relawan WNI
Bahlil Tawarkan Indonesia Jadi Pusat Penyimpanan Minyak ASEAN, Sumatera Disiapkan Jadi Kawasan Strategis Energi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru