BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

Donald Trump Didiagnosis Derita Insufisiensi Vena Kronis, Apa Itu CVI?

- Jumat, 18 Juli 2025 10:32 WIB
Donald Trump Didiagnosis Derita Insufisiensi Vena Kronis, Apa Itu CVI?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON DC – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis atau Chronic Venous Insufficiency (CVI), sebuah kondisi di mana aliran darah dari kaki ke jantung terganggu.

Diagnosis ini muncul setelah Trump dilaporkan mengalami pembengkakan di bagian bawah kakinya.

Gedung Putih melalui pernyataan resminya menyatakan bahwa serangkaian tes, termasuk ultrasonografi vaskular, studi laboratorium, dan analisis fungsi jantung dan ginjal, tidak menemukan tanda-tanda penggumpalan darah, gagal jantung, atau penyakit arteri.

Hasil pemeriksaan mengarah pada kondisi CVI, yang umum terjadi pada individu berusia di atas 50 tahun.

"Kondisi ini belum dikenal luas oleh masyarakat, meski diperkirakan memengaruhi 1 dari 20 orang dewasa," tulis Cleveland Clinic.

Apa Itu Insufisiensi Vena Kronis (CVI)?

CVI disebabkan oleh kerusakan pada katup vena di kaki, yang seharusnya mencegah aliran balik darah akibat gravitasi.

Ketika katup ini melemah atau rusak, darah menggenang di kaki dan menyebabkan tekanan tinggi yang berujung pada pembengkakan, varises, dan bahkan luka kronis.

Beberapa faktor risiko CVI antara lain:

- Kelebihan berat badan

- Kehamilan

- Riwayat keluarga

- Cedera atau operasi kaki

- Duduk atau berdiri terlalu lama

- Merokok

- Kurang berolahraga

- Gejala dan Tahapan CVI

CVI berkembang secara bertahap dan terbagi menjadi enam tahap.

Gejala awal sering kali luput dari perhatian.

Gejala umum meliputi:

- Pembengkakan dan rasa berat di kaki

- Kram dan rasa nyeri

- Perubahan warna kulit menjadi kecoklatan

- Luka terbuka atau borok di kaki

- Kulit menjadi kering dan bersisik

- Munculnya varises

Sebagian besar pasien baru menyadari kondisi ini di tahap tiga, saat pembengkakan mulai terlihat.

Bagaimana Penanganannya?

Meski kerusakan pada vena tidak bisa diperbaiki sepenuhnya, perawatan difokuskan pada meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

Metode pengobatan meliputi:

- Perubahan gaya hidup: seperti olahraga rutin, menghindari duduk lama, dan mengangkat kaki secara berkala.

- Stoking kompresi: untuk membantu mengarahkan aliran darah ke jantung.

- Obat-obatan: termasuk antibiotik dan pengencer darah.

- Terapi laser atau skleroterapi: untuk menutup vena yang rusak.

- Operasi: dilakukan pada kasus berat yang tidak merespons terapi lainnya.

Risiko Jangka Panjang dan Kaitan dengan Penyakit Jantung

Sebuah studi dalam European Heart Journal (2021) menyebutkan bahwa CVI berkorelasi dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan angka kematian lebih tinggi, bahkan setelah memperhitungkan usia dan kondisi kesehatan lain.

Dengan diagnosis ini, pengawasan kesehatan jangka panjang terhadap Donald Trump dinilai krusial oleh tim medis.*

(bb/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyelamatkan Fiskal Daerah

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m

OPINI