BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Peralatan Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Dicuri, Kerugian Negara Capai Rp246 Juta

T.Jamaluddin - Jumat, 07 Agustus 2026 22:43 WIB
Peralatan Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Dicuri, Kerugian Negara Capai Rp246 Juta
Kondisi Shelter Site BGASI milik BMKG di Gayo Lues usai dibobol pencuri hingga menyebabkan terganggunya pemantauan aktivitas gempa di wilayah tersebut. (foto: Humas BMKG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAYO LUES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bumi di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Kecamatan Blang Pegayon, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Aksi tersebut menyebabkan fasilitas pemantauan seismik tidak dapat beroperasi secara normal.

Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp246.442.213 yang merupakan kerugian materiil negara.

Baca Juga:

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan, Sugeng Prayitno, mengatakan kejadian tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan BMKG dalam memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat.

Menurut Sugeng, gangguan operasional diketahui setelah transmisi data seismik dari Site BGASI berhenti total sejak Rabu (29/7/2026).

BMKG kemudian mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan lapangan pada Senin (3/8/2026).

"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pintu shelter telah dirusak dan dicongkel, gembok hilang, serta sejumlah kabel instalasi dipotong secara paksa. Dari hasil identifikasi, terdapat beberapa peralatan utama yang hilang dan menyebabkan stasiun tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya," kata Sugeng.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, sejumlah perangkat penting yang berfungsi menerima dan mengirim data gempa ke pusat pengolahan BMKG diketahui hilang.

Peralatan yang dicuri antara lain satu unit Digitizer Quanterra (Kinemetrics) tipe Q8, satu unit Modem VSAT iDirect tipe iQ Desktop+, dua unit baterai berkapasitas 9 Ah, serta satu set kabel solar panel sepanjang 3 x 10 meter berikut seluruh kabel instalasi internal shelter.

Sugeng menjelaskan, dampak pencurian tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerugian negara, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.

Wilayah Gayo Lues berada di jalur Sesar Sumatera Segmen Tripa, salah satu sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan tinggi.

"Wilayah Gayo Lues berada tepat pada lintasan Sesar Sumatera Segmen Tripa, yaitu salah satu sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan yang sangat tinggi. Segmen ini memiliki riwayat gempa merusak dan diperkirakan mampu memicu gempabumi maksimum hingga M7,4," tegas Sugeng.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh, KKP Salurkan Bantuan untuk Nelayan dan Petambak
Satgas PRR Sinkronkan Pemulihan Sawah Rusak Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Mentan Pertanyakan Dana Rp2,5 Triliun untuk Pemulihan Pertanian Pascabencana, Pemprov Aceh Beri Penjelasan
Tinjau Jembatan Teupin Mane, Wapres Gibran Tekankan Infrastruktur Pascabencana Harus Tangguh
Pemerintah Aceh Jelaskan Skema Dana Rp2,5 Triliun dari Kementan untuk Pemulihan Pertanian Pascabencana
Cuaca Aceh Hari Ini, Jumat 7 Agustus: Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah, Hujan Ringan Guyur Banda Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyelamatkan Fiskal Daerah

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m

OPINI