BANDA ACEH — Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-66 yang diperingati setiap tanggal 2 September, SMAN 7 Banda Aceh menggelar kegiatan sosial berupa donor darah, pada Senin, 1 September 2025.
Kegiatan ini dilangsungkan di ruang Laboratorium Biologi sekolah tersebut.
Humas SMAN 7 Banda Aceh, Hizqil Apandi, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, serta siswa-siswi yang telah berusia 17 tahun ke atas.
"Antusiasme peserta sangat tinggi, menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat dari seluruh warga sekolah," ungkap Hizqil kepada wartawan.
Dari kegiatan tersebut, berhasil terkumpul 61 kantong darah yang akan disalurkan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh.
Antrean panjang terlihat sejak pagi, menunjukkan semangat luar biasa dari para pendonor, terutama siswa yang untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan donor darah.
Salah satu siswi pendonor, Bunga Naya Afra, mengaku sangat senang bisa turut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan ini.
"Ini adalah donor darah pertama saya. Rasanya bangga dan senang bisa ikut berkontribusi menyumbangkan darah untuk orang yang membutuhkan. Ini pengalaman berharga," ujarnya penuh semangat.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari Ketua PMI Banda Aceh, Ahmad Haikal Asri, yang turut hadir di lokasi untuk menyampaikan motivasi kepada para peserta, khususnya siswa.
Dalam sambutannya, Haikal mengapresiasi inisiatif SMAN 7 Banda Aceh dan menekankan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai bagian dari pendidikan karakter.
"Donor darah bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan pendonor, tetapi juga merupakan amal kebaikan yang sangat mulia. Ini bagian dari wujud nyata kepedulian sosial," ucap Haikal.
Kepala SMAN 7 Banda Aceh, Dr. Erlawana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kegiatan donor darah sebagai bagian dari pendidikan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sekolah.
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah stok darah PMI, tapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi siswa. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki empati dan rasa peduli terhadap sesama," jelas Erlawana.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi agenda rutin sekolah, agar siswa semakin memahami pentingnya berbagi dan membantu orang lain sebagai bagian dari nilai-nilai kehidupan.
Kegiatan donor darah dalam rangka menyambut HardikdaAceh ke-66 ini menjadi momentum positif bagi SMAN 7 Banda Aceh untuk menguatkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong di kalangan pelajar.
Semangat ini diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya dalam lingkungan pendidikan di Aceh.*