Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia juga menyoroti jargon pemerintah daerah "Tapteng Naik Kelas" yang menurutnya tidak tercermin dalam pelayanan rumah sakit milik Pemkab Tapanuli Tengah itu.
"Kalau melihat situasinya seperti ini, RSUD Pandan bukan naik kelas, malah turun kelas. Saya harap Bupati dan Wakil Bupati serius mengevaluasi kinerja direktur rumah sakit. Kalau tidak mampu memimpin, jangan dipertahankan," tambah Dzulfadli.
Upaya konfirmasi kepada Direktur RSUD Pandan, Fadly Syahputra, belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan. Namun, Kepala Tata Usaha RSUD Pandan, German Sitompul, memberikan klarifikasi melalui pesan singkat.
Ia mengakui terjadinya kepadatan pasien selama satu bulan terakhir dan menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Mohon maaf sebelumnya, Pak. Kami minta maaf atas kekurangan pelayanan kami. Untuk keluhan lainnya, akan kami tindak lanjuti. Terima kasih atas masukan, saran, dan perhatian Bapak," ujar German.
Menurutnya, lamanya proses pemindahan pasien dari IGD ke ruang rawat inap terjadi karena seluruh ruang perawatan tengah penuh.
Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Pandan.
Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen, ketersediaan fasilitas, dan kesiapan petugas dinilai penting agar rumah sakit benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pasien.
Pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat, dan rumah sakit pemerintah memiliki kewajiban moral serta legal untuk memberikan pelayanan yang cepat, layak, dan manusiawi. Apalagi jika menyangkut keselamatan jiwa.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.