Kasus Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, 50 Balita Terdampak Usai Makanan Dibawa Pulang
BATANG Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Ka
PERISTIWA
YOGYAKARTA— Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) tengah menelusuri kebenaran informasi beredarnya mainan berbentuk jarum suntik bekas di sejumlah sekolah yang viral di media sosial.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran publik karena berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes DIY, Akhmad Akhadi, menegaskan pihaknya tidak akan menyepelekan isu tersebut. Jika terbukti bahwa jarum suntik tersebut merupakan barang bekas pakai, maka ancamannya bisa sangat serius.Baca Juga:
"Banyak penyakit yang bisa ditularkan melalui suntikan bekas. Karena banyak penyakit yang ditularkan melalui darah. Kalau darah dari satu individu berpindah ke individu lain, dan individu pertama membawa bibit penyakit, maka penularan bisa terjadi," jelas Akhmad saat dihubungi, Jumat (24/10).
Akhmad menyebut, bahaya tak hanya mengintai jika jarum itu berasal dari manusia, tetapi juga jika bekas dipakai pada hewan.
"Ada penyakit yang ditularkan melalui darah dari hewan ke manusia, disebut penyakit zoonotik. Contohnya flu burung dan rabies," katanya.
Ia menegaskan, jarum suntik bekas, dalam kondisi apa pun, tidak boleh kembali beredar di masyarakat, apalagi dalam bentuk mainan anak-anak.
"Kesimpulannya jelas, pemakaian suntikan bekas berbahaya dan tidak boleh terjadi. Barang-barang medis semacam ini seharusnya dimusnahkan, bukan digunakan kembali," tegasnya.
Dinkes DIY kini berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota, serta mengerahkan petugas sanitarian dan tenaga kesehatan masyarakat dari puskesmas untuk memeriksa langsung ke lapangan.
Penelusuran ini diharapkan dapat menemukan sumber peredaran jarum suntik bekas tersebut.
Akhmad juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli atau membiarkan anak-anak bermain dengan benda menyerupai alat medis, terutama yang tidak diketahui asal-usulnya.
"Kami minta masyarakat waspada dan segera melapor jika menemukan barang semacam itu," pungkasnya.*
BATANG Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Ka
PERISTIWA
MEDAN PSMS Medan membidik kemenangan saat bertandang ke markas Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027. Pert
OLAHRAGA
MEDAN Tiga warga negara (WN) Sri Lanka masingmasing divonis 17 bulan penjara karena terbukti terlibat dalam tindak pidana penyelundupan m
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan dirinya mengunjungi warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nu
NASIONAL
MEDAN Mantan Kepala Dinas Pendidikan Langkat Saiful Abdi divonis 7 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan papan tulis interaktif atau
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlang
OLAHRAGA
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim akan mengajukan kasasi setelah Pengadilan Tinggi
NASIONAL
JAKARTA Roy Suryo melalui tim kuasa hukumnya meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) membatalkan surat dakwaan J
NASIONAL
KARO Krismas Dayanti Br Sihite, salah satu siswi yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumate
PERISTIWA
LANGKAT Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan tersangkut di akar pohon bakau di perairan Paluh Gantang, Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanju
PERISTIWA