Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA– Disabilitas tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Selain disabilitas fisik yang paling terlihat, ada pula disabilitas mental dan disabilitas intelektual yang memiliki dampak signifikan terhadap cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi.
Pakar kesehatan dan pendidikan menekankan pentingnya pemahaman yang tepat terhadap kedua jenis disabilitas ini, karena seringkali disalahartikan atau tidak dikenali secara jelas.
Berbeda dengan disabilitas fisik, tanda-tanda disabilitas mental maupun intelektual tidak selalu tampak secara visual, namun memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.Baca Juga:
Disabilitas intelektual adalah kondisi yang ditandai keterbatasan kemampuan intelektual dan adaptif. Kondisi ini memengaruhi cara seseorang belajar, memahami informasi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Penyandang disabilitas intelektual umumnya memiliki tingkat IQ di bawah rata-rata dan menghadapi kesulitan dalam komunikasi, interaksi sosial, serta penyesuaian diri.
Beberapa contoh kondisi ini antara lain Down Syndrome dan keterlambatan tumbuh kembang.
Menurut American Psychological Association (APA), disabilitas intelektual dikategorikan berdasarkan skor IQ:
- Ringan (Debil): IQ 55–70
- Sedang (Imbesil): IQ 40–55
- Berat: IQ 25–40
- Sangat Berat: IQ di bawah 25
Penyandang disabilitas intelektual memerlukan waktu lebih lama untuk belajar serta lingkungan yang tenang dan bebas tekanan agar dapat lebih fokus.
Dalam berinteraksi, penggunaan bahasa sederhana dan instruksi yang jelas sangat dianjurkan untuk mendukung proses adaptasi mereka.
Sementara itu, disabilitas mental berbeda dari disabilitas intelektual. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan kesehatan mental yang memengaruhi emosi, pikiran, atau perilaku seseorang, seperti depresi berat, skizofrenia, dan gangguan bipolar.
Meskipun tidak selalu tampak secara fisik, disabilitas mental dapat membatasi kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi.
Ahli pendidikan dan kesehatan menekankan bahwa pemahaman serta dukungan sosial yang tepat sangat penting agar penyandang disabilitas mental maupun intelektual dapat berkembang optimal.
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL