Airlangga Klaim Pengusaha Sambut Positif Pembentukan BUMN Ekspor DSI
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut rencana pembentukan BUMN ekspor Danantara Sumber Daya Indone
EKONOMI
JAKARTA– Disabilitas tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Selain disabilitas fisik yang paling terlihat, ada pula disabilitas mental dan disabilitas intelektual yang memiliki dampak signifikan terhadap cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi.
Pakar kesehatan dan pendidikan menekankan pentingnya pemahaman yang tepat terhadap kedua jenis disabilitas ini, karena seringkali disalahartikan atau tidak dikenali secara jelas.
Berbeda dengan disabilitas fisik, tanda-tanda disabilitas mental maupun intelektual tidak selalu tampak secara visual, namun memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.Baca Juga:
Disabilitas intelektual adalah kondisi yang ditandai keterbatasan kemampuan intelektual dan adaptif. Kondisi ini memengaruhi cara seseorang belajar, memahami informasi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Penyandang disabilitas intelektual umumnya memiliki tingkat IQ di bawah rata-rata dan menghadapi kesulitan dalam komunikasi, interaksi sosial, serta penyesuaian diri.
Beberapa contoh kondisi ini antara lain Down Syndrome dan keterlambatan tumbuh kembang.
Menurut American Psychological Association (APA), disabilitas intelektual dikategorikan berdasarkan skor IQ:
- Ringan (Debil): IQ 55–70
- Sedang (Imbesil): IQ 40–55
- Berat: IQ 25–40
- Sangat Berat: IQ di bawah 25
Penyandang disabilitas intelektual memerlukan waktu lebih lama untuk belajar serta lingkungan yang tenang dan bebas tekanan agar dapat lebih fokus.
Dalam berinteraksi, penggunaan bahasa sederhana dan instruksi yang jelas sangat dianjurkan untuk mendukung proses adaptasi mereka.
Sementara itu, disabilitas mental berbeda dari disabilitas intelektual. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan kesehatan mental yang memengaruhi emosi, pikiran, atau perilaku seseorang, seperti depresi berat, skizofrenia, dan gangguan bipolar.
Meskipun tidak selalu tampak secara fisik, disabilitas mental dapat membatasi kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi.
Ahli pendidikan dan kesehatan menekankan bahwa pemahaman serta dukungan sosial yang tepat sangat penting agar penyandang disabilitas mental maupun intelektual dapat berkembang optimal.
Hal ini mencakup perlakuan yang sabar, lingkungan yang suportif, serta akses pendidikan dan terapi yang sesuai.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan stigma terhadap penyandang disabilitas mental dan intelektual dapat berkurang, serta mereka mendapatkan hak dan kesempatan yang setara untuk berkembang.*
(lp/M/006)
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut rencana pembentukan BUMN ekspor Danantara Sumber Daya Indone
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek di lingkungan Kementeria
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi dengan memperingatkan para pejabat agar tid
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan rasa syukur atas pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya di
INTERNASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Medan menuntut seorang anggota geng motor bernama Ragil Jawara dengan hukuman 20 tahun
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Dahlan IskanDOR!Mungkin tidak ada yang tewas oleh tembakan Presiden Prabowo di sidang pleno DPR kemarin. Tapi yang terluka pasti banya
OPINI
MEDAN Ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, aktivis, hingga masyarakat umum menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) dan disk
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menjajaki kerja sama dengan RS AnNisa untuk menghadirkan layanan kes
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menghadiri rapat arahan Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rek
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memaparkan sejumlah capaian transformasi layanan kesehatan di Kota Medan saat menerima ku
PEMERINTAHAN