BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Maret 2026

Koordinasi Jadi Kunci, Pemkab Simalungun Review Aksi Konvergensi Stunting 2025

Azryn Marida - Rabu, 03 Desember 2025 21:10 WIB
Koordinasi Jadi Kunci, Pemkab Simalungun Review Aksi Konvergensi Stunting 2025
Pemkab Simalungun selenggarakan Review Kinerja Pelaksanaan dan Pelaporan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Baperida Kabupaten Simalungun, Pematang Raya, Rabu (3/12/2025). (Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) menyelenggarakan Review Kinerja Pelaksanaan dan Pelaporan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2025.

Kegiatan berlangsung di Kantor Baperida, Pematang Raya, Rabu (3/12/2025).

Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum, Ronald Siharmada Banjarnahor, mewakili Bupati Simalungun selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), menegaskan pentingnya aksi terkoordinasi dan tepat sasaran dalam menekan angka stunting.

Baca Juga:

Menurutnya, stunting yang terjadi pada balita akibat kekurangan gizi kronis berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta meningkatkan risiko penyakit kronis di masa dewasa.

"Prevalensi stunting harus segera ditekan melalui kerja ekstra, kerja cerdas, dan kolaboratif dari seluruh pihak, dengan pendekatan intervensi yang konvergen, terintegrasi, dan tepat sasaran," kata Banjarnahor.

Dalam empat tahun terakhir, Pemkab Simalungun menerapkan lima aksi konvergensi terintegrasi, mulai dari analisis situasi, penguatan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, penilaian hasil monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan kebijakan.

Berdasarkan Survei Standar Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di kabupaten ini meningkat 9,53 poin dari tahun sebelumnya.

Banjarnahor menekankan kepada TPPS kabupaten, kecamatan, dan nagori/kelurahan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas, serta memastikan kegiatan penanganan stunting terakomodasi dalam dokumen perencanaan seperti RENJA perangkat daerah dan RKPD.

"Kita harus bekerja bersama. Tanpa aksi nyata, penurunan stunting hanya akan menjadi wacana dalam forum diskusi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tandasnya.

Kegiatan review ini juga menghadirkan sesi diskusi dan penyampaian materi dari narasumber internal Pemkab Simalungun, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan, Asisten Administrasi Umum, serta moderator dari Baperida, dengan tujuan menyusun rekomendasi perbaikan untuk perencanaan dan penganggaran program prioritas pada tahun berikutnya.*

(dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Batu Bara Pimpin Konsolidasi Lintas Sektor, Perkuat Data untuk Gebrak Penurunan Stunting
Wujudkan Generasi Sehat, Bupati Karo Buka Rakor Penurunan Stunting 2025
Bobby Nasution Lantik Direksi dan Komisaris Baru BUMD Sumut, Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 7 Persen
Rakor TPPS Digelar, Pemkab Paluta Genjot Upaya Tekan Angka Stunting Secara Signifikan
Evaluasi Kinerja Stunting 2024: TPPS Kota Gunungsitoli Tampil Cemerlang dengan 100% Capaian
Pemkab Humbahas Laksanakan Rembuk Stunting Kecamatan Parlilitan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru