Pemulihan dilakukan melalui percepatan revitalisasi layanan kesehatan dengan prioritas pada layanan krusial sebelum dilanjutkan secara bertahap ke layanan lainnya.
Budi menyampaikan keputusan tersebut setelah meninjau langsung dampak kerusakan di lapangan.
Dari total 31 rumah sakit terdampak di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, pemerintah menargetkan semua rumah sakit dapat kembali melayani masyarakat meski kondisi belum sepenuhnya ideal.
"Yang penting beroperasi dulu. Bukanya memang bertahap, tapi layanan yang menyangkut nyawa harus jalan," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (24/12).
Menkes mengapresiasi kerja cepat jajaran Kementerian Kesehatan, relawan, serta manajemen rumah sakit dalam mempercepat pemulihan layanan pascabencana.
Tahap awal revitalisasi fokus pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan hemodialisis (HD).
Seluruh layanan HD kini telah kembali berjalan, termasuk di rumah sakit dengan kerusakan paling parah setelah dipasang instalasi sementara.
Selain kerusakan bangunan dan alat medis, Budi menyoroti kerusakan pada sistem pendukung, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Pemerintah menggandeng BUMN konstruksi guna mempercepat perbaikan agar layanan medis dapat segera diaktifkan kembali.
Pada tahap berikutnya, Kementerian Kesehatan akan mengaktifkan layanan operasi terbatas, ICU, serta memperkuat sarana penunjang seperti ventilator dan mobile X-ray.
Seluruh teknisi dari berbagai vendor telah dikerahkan untuk menilai dan memperbaiki kerusakan peralatan medis yang bersifat masif.
Selain rumah sakit, Menkes juga menekankan percepatan pemulihan puskesmas.
Dari sekitar 300 puskesmas terdampak, jumlah yang belum beroperasi terus menurun dan ditargetkan seluruhnya kembali melayani masyarakat sebelum akhir tahun.
Untuk puskesmas yang mengalami kerusakan total, pemerintah akan membangun fasilitas baru dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Revitalisasi layanan kesehatan ini bukan hanya soal bangunan, tapi memastikan masyarakat kembali mendapat layanan yang menyelamatkan nyawa," tegas Budi.*