350 Warga Serbu Markas TNI di Talaud! Kecewa Oknum TNI AL Aniaya Warga, Termasuk Guru
SULUT Insiden penganiayaan oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) terhadap enam warga, termasuk seorang guru, memicu bentrok antara ra
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Kematian selebgram Lula Lahfah memunculkan pertanyaan publik mengenai kaitan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) dengan risiko kematian.
Lula diketahui memiliki riwayat GERD sebelum ditemukan meninggal dunia di apartemennya.
Menanggapi isu tersebut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, Prof. Ari Fahrial Syam, menegaskan bahwa sulit memastikan satu penyakit tertentu sebagai penyebab kematian tanpa pemeriksaan medis menyeluruh.Baca Juga:
"Untuk satu kasus tertentu, seperti yang dialami Lula Lahfah, sangat sulit menyimpulkan kematian disebabkan oleh GERD saja," kata Prof. Ari.
Menurut Ari, berdasarkan keterangan yang pernah disampaikan Lula melalui media sosial, terdapat sejumlah riwayat penyakit lain selain GERD.
Di antaranya peradangan usus, batu ginjal, hingga infeksi ginjal, yang berpotensi berkembang menjadi sepsis, infeksi sistemik yang bisa berujung fatal.
"Yang paling dekat menyebabkan kematian adalah infeksi yang berkembang menjadi sepsis. GERD sendiri jarang menjadi penyebab langsung kematian, tetapi dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan," ujar Ari.
Ia menjelaskan, pasien dengan GERD yang mengalami nyeri biasanya mendapat obat pereda nyeri atau antibiotik untuk penyakit lain.
Penggunaan obat tersebut dapat memicu kekambuhan GERD, menurunkan nafsu makan, dan memperlemah kondisi tubuh.
Selain itu, keberadaan peradangan pada saluran cerna juga dapat memperparah kondisi.
"Jika pasien mengalami mual berkepanjangan, demam, atau nyeri hebat dan tidak membaik dengan pengobatan awal, evaluasi lanjutan seperti endoskopi perlu dilakukan," katanya.
Menurut Ari, beberapa kasus menunjukkan keluhan lambung ternyata berkaitan dengan penyakit serius lain, seperti luka berat di saluran cerna atau tumor pada usus dua belas jari.
Meski demikian, Ari menekankan bahwa GERD pada dasarnya bukan penyakit mematikan, tetapi dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan tepat, terutama jika disertai penyakit lain.
"Prinsipnya, siapa pun yang memiliki GERD harus mengelola penyakitnya dengan baik. Ketika muncul keluhan tambahan, jangan diabaikan karena bisa memperburuk kondisi yang sudah ada," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala yang tidak biasa, agar komplikasi serius dapat dicegah sejak dini.*
(di/ad)
SULUT Insiden penganiayaan oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) terhadap enam warga, termasuk seorang guru, memicu bentrok antara ra
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANGSIDIMPUAN Kesebelasan Huta Padang FC harus angkat koper lebih awal dari turnamen Peduli Sepak Bola Cup Kota Padangsidimpuan setela
OLAHRAGA
JAKARTA Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menyebut mayoritas masjid di Indonesia masih menghadapi masalah pada siste
NASIONAL
BANDUNG BARAT Tragedi menimpa dua anggota polisi saat menjalankan tugas kemanusiaan di Kabupaten Bandung Barat. Sabtu (24/1) sore, Ipda
PERISTIWA
JAKARTA Kepolisian masih menelusuri penyebab meninggalnya selebritas Lula Lahfah (26) di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan. Kepala
ENTERTAINMENT
MEDAN Aksi nekat seorang pria bernama Harry Gusrizal (33) berakhir di tangan polisi. Harry ditangkap karena membongkar steling aluminium
HUKUM DAN KRIMINAL
SLEMAN Kasus Hogi Minaya, suami korban penjambretan yang divonis enam tahun penjara setelah mengejar pelaku kejahatan yang merampas tas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menekankan bahwa proses perdamaian di Gaza tidak boleh hany
NASIONAL
MEDAN Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menuntut Kapolda Sumatra Utara (Sumut) bertanggung jawab atas tindakan penganiayaan yang dilakuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan pada Sabtu (24/1/2026) bahwa alasan yang dikemuk
INTERNASIONAL