Acara tersebut dipimpin Wakapolda Aceh Ari Wahyu Widodo yang membacakan amanat Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah. Kegiatan dihadiri Irwasda, para pejabat utama Polda Aceh, personel kepolisian, serta pengurus Bhayangkari Daerah Aceh.
Selain itu, peringatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Aceh.
Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda, disampaikan bahwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Peristiwa tersebut menjadi tonggak awal turunnya petunjuk hidup bagi umat manusia yang memuat nilai-nilai kebenaran, keadilan, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab moral.
Kapolda Aceh menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial.
Momentum ini diharapkan menjadi sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah "Meningkatkan Iman, Takwa dan Profesionalisme Guna Menguatkan Soliditas dalam Mendukung Transformasi Polri untuk Masyarakat."
Melalui tema tersebut, Kapolda Aceh menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai landasan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurutnya, sebagai insan Bhayangkara, anggota Polri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum secara adil dan bermartabat.
Oleh sebab itu, nilai-nilai Al-Qur'an diharapkan menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga implementasi konsep Polri Presisi dapat tercermin melalui sikap profesional, transparan, dan humanis.