BREAKING NEWS
Sabtu, 04 April 2026

BRIN Temukan Bakteri di Tanah Kunyit yang Berpotensi Lawan Kanker Payudara

Nurul - Selasa, 17 Februari 2026 21:40 WIB
BRIN Temukan Bakteri di Tanah Kunyit yang Berpotensi Lawan Kanker Payudara
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berhasil mengidentifikasi bakteri aktinomisetes dari tanah rhizosfer kunyit (Curcuma longa L.) yang memiliki potensi menghasilkan senyawa antikanker efektif terhadap sel kanker payudara.

Temuan ini diumumkan Selasa (17/2/2026) dan menjadi hasil kolaborasi dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Applied Pharmaceutical Science Vol. 15 No. 3 (DOI: 10.7324/JAPS.2025.218990), tim peneliti mengisolasi tujuh bakteri aktinomisetes dari tanah perkebunan kunyit di Karanganyar, Jawa Tengah, dan menguji potensi antikankernya secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D.

Baca Juga:

Aniska Novita Sari, peneliti BRIN sekaligus perwakilan tim, menyampaikan bahwa salah satu isolat, TC-ARCL7, menunjukkan aktivitas antikanker sangat kuat dengan nilai IC50 0,2 µg/ml, lebih rendah dibandingkan obat kemoterapi doxorubicin, kurkumin murni, maupun ekstrak etanol kunyit.

"Menariknya, isolat ini memiliki toksisitas rendah terhadap sel normal (Vero) sehingga indeks selektivitasnya tinggi. Ini menunjukkan bahwa potensi antikanker tidak selalu berasal langsung dari tanaman obat, namun mikroba di sekitarnya juga berpotensi sama," ujar Aniska.

Menurutnya, pendekatan ini dapat menjadi alternatif dalam pengembangan obat berbasis bahan alam dengan biaya produksi lebih efisien dan sumber daya yang berkelanjutan.

Secara molekuler, isolat TC-ARCL7 memiliki klaster gen biosintesis poliketida (PKS1 dan PKS2) yang berperan penting dalam produksi metabolit antikanker.

Analisis genetik menunjukkan bakteri ini dekat dengan Kitasatospora misakiensis dan Kitasatospora purpeofusca, yang dikenal mampu menghasilkan senyawa bioaktif farmasi.


Meski hasilnya menjanjikan, Aniska menegaskan penelitian ini masih tahap awal.

Tim BRIN berencana melanjutkan riset, termasuk pemurnian senyawa aktif, optimasi produksi metabolit, hingga uji pra-klinik sebelum dikembangkan menjadi kandidat obat antikanker baru yang aman dan efektif.

"Tujuan kami adalah menghasilkan obat berbasis mikroba yang bermanfaat bagi pasien kanker, sekaligus memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan," kata Aniska.*


(cb/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua Muhammadiyah Imbau Umat Islam Sikapi Perbedaan Awal Ramadan dengan Arif dan Tasamuh
Dokter Tifa Klaim Gunakan Ilmu CIA dan FBI untuk Teliti Ijazah Jokowi: Bukan Ilmu Ghaib!
Penelitian Selama 3 Tahun, Dokter Tifa Klaim Ada Enam Versi Ijazah Joko Widodo
Eye Hospitals and Clinics JEC Bali Sanur Resmi Digelar, Targetkan Bali Jadi Destinasi Health and Wellness Kelas Dunia
AP Gondol Motor Honda Tetangga, JW Penadah Tak Berkutik Saat Polisi Tangkap di Pringsewu
Diare Massal di SMK HKBP Sidikalang Diduga Akibat Menu MBG, Puluhan Siswa Dirawat Serius di Rumah Sakit
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru