BREAKING NEWS
Minggu, 12 Juli 2026

Target 7,3 Juta Orang, Cek Kesehatan Gratis Sumut Baru Menjangkau 2,8 Juta Warga

Adelia Syafitri - Jumat, 10 Juli 2026 16:37 WIB
Target 7,3 Juta Orang, Cek Kesehatan Gratis Sumut Baru Menjangkau 2,8 Juta Warga
Ilustrasi - Pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). (foto: Dinkes Banda Aceh)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) menyebut pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program pemerintah masih belum mencapai target yang ditetapkan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengatakan hingga 8 Juli 2026 jumlah masyarakat yang telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis mencapai 2.824.245 jiwa.

Menurutnya, jumlah tersebut setara dengan 17,73 persen dari total penduduk Sumatera Utara.

Baca Juga:

Sementara target pemerintah pusat pada tahun ini adalah 45 persen dari jumlah penduduk.

"Sampai dengan 8 Juli 2026, yang sudah melaksanakan CKG 2.824.245 jiwa. Jika dipersentasekan dari jumlah penduduk sudah 17,73 persen."

Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan target yang diberikan pemerintah pusat, capaian Sumatera Utara saat ini baru sekitar 35 persen dari target yang harus dipenuhi.

"Namun dari target yang ditetapkan pemerintah pusat 45 persen masyarakat harus sudah CKG, kita sudah mencapai 35 persen dari angka 2,8 juta jiwa tersebut," terangnya, Jumat (10/7/2026).

Hamid mengatakan target Program Cek Kesehatan Gratis di Sumatera Utara tahun ini mencapai 7.325.579 jiwa atau sekitar 7,3 juta penduduk.

Untuk mengejar target tersebut, Dinas Kesehatan kini memfokuskan percepatan pelaksanaan program di Kota Medan yang memiliki jumlah penduduk terbesar di provinsi tersebut.

Menurutnya, jika capaian di Medan meningkat, maka target Sumatera Utara akan lebih mudah dicapai.

"Ini cukup variatif ya, tapi kami konsen dengan Medan. Karena Medan ini yang secara administratif paling tinggi jumlah penduduknya. Dan paling minim kendala seperti yang disebutkan di atas."

Ia menambahkan bahwa capaian di Kota Medan hingga kini juga masih belum sesuai harapan.

"Ini memang konsen Kota Medan untuk pencapaian CKG. Karena kalau berhasil di Medan sudah cukup mengurangi beban capaian target tersebut."

Hamid mengungkapkan salah satu hambatan terbesar dalam pelaksanaan Program CKG adalah gangguan pada aplikasi ASIK milik Kementerian Kesehatan yang digunakan untuk menginput data peserta.

Menurutnya, data peserta baru diakui apabila telah masuk ke sistem tersebut.

"Yang menjadi kendala utama itu sistem di aplikasi ASIK. Jadi data yang diakui telah dilakukan CKG itu adalah data yang sudah terinput di aplikasi Kementerian Kesehatan dan aplikasi ini sering sekali maintenance."

Akibat gangguan tersebut, sekitar 200 ribu data peserta hingga kini belum dapat diinput ke dalam sistem.

"Hampir 200 ribu data belum diinput karena maintenance dari aplikasi terlalu sering dan ini diakui oleh Menkes sendiri."

Selain kendala sistem, Dinas Kesehatan juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia (SDM), alat kesehatan, serta akses menuju puskesmas di sejumlah daerah.

Saat ini Program Cek Kesehatan Gratis dilaksanakan melalui 619 puskesmas yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.

"Tentu masih ada kendala terkait kapasitas SDM dalam menjalankan CKG, terutama daerah yang jauh dari akses utama dalam hal ini kita menjalankan CKG di 619 Puskesmas se-Sumut."

Ia juga menilai kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis masih perlu ditingkatkan.

"Ada juga kendala partisipasi masyarakat. Jadi memang masyarakat masih ada yang belum antusias mengikuti CKG ini walaupun sudah diberikan label gratis."

Padahal, menurut Hamid, biaya pemeriksaan kesehatan serupa di rumah sakit, klinik, maupun laboratorium swasta relatif tidak murah.

Karena itu, Dinas Kesehatan Sumut akan terus meningkatkan sosialisasi agar masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sejak dini.

Program Cek Kesehatan Gratis merupakan program pemerintah yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sejak 10 Februari 2025.

Masyarakat yang ingin mengikuti program ini cukup mengunduh aplikasi Satu Sehat milik Kementerian Kesehatan, melakukan pendaftaran, kemudian mengikuti jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan di puskesmas.

Seluruh layanan pemeriksaan dalam program tersebut diberikan secara gratis.* (tm/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mulai 1 Agustus 2026, Wings Air Buka Rute Baru Kualanamu–Mandailing Natal!
Prabowo Akui Ada Penyusup di Program MBG, Minta Kepala Daerah dan Aparat Keamanan Ikut Mengawasi
Pemprov Sumut Dorong OPD Perkuat Media Sosial, Komunikasi Publik Harus Cepat dan Responsif
Menkop Ferry Juliantono Ziarah ke Makam Bung Hatta, Dorong Koperasi Kembali Jadi Pilar Ekonomi Rakyat
Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Jadi Primadona
Prabowo Resmikan 5 Bendungan dari NTB, Langkah Besar Perkuat Ketahanan Air dan Swasembada Pangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Mimpi Negeri Tanpa Amplop

Mimpi Negeri Tanpa Amplop

OlehHerman DirgantaraOur Government is the potent, the omnipresent teacher. For good or for ill, it teaches the whole people by its exampl

OPINI