PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan, Sejumlah Wilayah Medan Terdampak Pemadaman
MEDAN PT PLN (Persero) UP83 Medan Utara kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kep
PERISTIWA
JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengaku sedih menanggapi kasus dokter hingga tenaga kesehatan yang mengeluarkan komentar nirempati kepada pasien BPJS Kesehatan. Ia menegaskan tenaga kesehatan seharusnya memiliki empati tinggi dalam melayani masyarakat.
"Saya sedih sekali melihat, tenaga kesehatan itu dan juga tenaga-tenaga profesi lainnya yang melayani masyarakat itu harus memiliki empati yang baik. Kasihan masyarakat kita kalau kita kemudian nirempati seperti itu," kata Menkes saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ditanya soal kemungkinan sanksi bagi dokter dan nakes yang terbukti menulis komentar tidak berempati tersebut, Menkes mengatakan pihaknya akan lebih dulu memeriksa status kepegawaian mereka. "Tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar," ujarnya.Baca Juga:
Di sisi lain, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) telah mengantongi 10 nama dokter hingga perawat yang diduga menghina pasien BPJS Kesehatan di media sosial Threads. Pimpinan KKI Muhammad Syahril menyebut jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring investigasi yang masih berjalan. "Bisa jadi bertambah. Ini kan nggak dihapus akunnya mereka kan," kata Syahril di Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Syahril menjelaskan, pihaknya menemukan beragam latar belakang tenaga kesehatan yang diduga terlibat, mulai dari PNS, tenaga swasta, hingga dokter gigi. Meski demikian, KKI belum dapat mengungkap identitas lengkap maupun rumah sakit tempat mereka bertugas karena kasus ini masih tergolong dugaan pelanggaran etik dalam penggunaan media sosial, bukan tindakan langsung terhadap pasien di fasilitas kesehatan.
Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan di Threads yang mengeluhkan belum mendapat ruang rawat inap meski telah menunggu selama delapan jam. Unggahan tersebut viral dan menuai banyak komentar, termasuk dari sejumlah akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan dengan nada merundung pasien.
Sembilan hari setelah unggahan tersebut dibuat, pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026, menurut keterangan seorang yang mengaku kerabat pasien. Kabar duka ini kembali memicu kecaman publik terhadap komentar-komentar nirempati yang sempat viral sebelumnya.* (d/dh)
MEDAN PT PLN (Persero) UP83 Medan Utara kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kep
PERISTIWA
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), Marcelino Pasaribu (20), menjadi korban penikaman oleh pria berinisial Ismael
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 21 September 2026. Rup
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Sejumlah saham yang masuk jajaran
EKONOMI
JAKARTA Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Senin, 21 September 2026, bergerak beragam. Sejumlah komoditas utama mengalami k
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Apple memperkenalkan desain yang cukup segar lewat iPhone Air. Alihalih menggunakan modul kamera besar seperti yang umum ditemu
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun pada perdagangan Senin, 21 September 20
EKONOMI
JAKARTA Sudah berada di tempat tidur, tetapi rasa kantuk tak kunjung datang? Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh banyak pikira
KESEHATAN