BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Prabowo Ungkap Indonesia Kekurangan 268 Ribu Dokter, Daerah Timur Paling Banyak Membutuhkan

Nurul - Jumat, 14 Agustus 2026 13:30 WIB
Prabowo Ungkap Indonesia Kekurangan 268 Ribu Dokter, Daerah Timur Paling Banyak Membutuhkan
Pemeriksaan gigi siswa. (foto: Dok. Kemenkes)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indonesia masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, terutama di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Prabowo mengatakan hampir seluruh pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.

Baca Juga:

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan ketersediaan tenaga kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 474 kabupaten/kota di Indonesia masih membutuhkan 84.741 dokter umum.

Kemudian 505 kabupaten/kota membutuhkan 127.580 dokter gigi.

Sementara itu, sebanyak 481 kabupaten/kota masih membutuhkan 55.712 dokter spesialis.

"[Kekurangan ini] terutama di kabupaten/kota yang jauh dari ibu kota provinsi, terutama juga banyak di Indonesia timur," ungkap Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, kekurangan tenaga dokter tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga kesehatan secara nasional.

Distribusi dokter juga menjadi persoalan karena banyak daerah terpencil dan wilayah Indonesia timur belum mendapatkan tenaga kesehatan dalam jumlah yang memadai.

Prabowo mengatakan pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi kekurangan dokter.

Selama 21 tahun terakhir, pemerintah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis.

Program tersebut dibuka di perguruan tinggi maupun rumah sakit untuk mempercepat penambahan tenaga dokter yang dibutuhkan masyarakat.

"Kita hadirkan prodi spesial untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis," ungkapnya.

Meski demikian, Prabowo mengakui langkah tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kekurangan dokter di Indonesia.

Karena itu, pemerintah akan mencari terobosan lain untuk meningkatkan jumlah dokter yang tersedia, terutama dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi.

Persoalan pemerataan tenaga kesehatan menjadi penting karena masyarakat di sejumlah daerah masih harus menghadapi keterbatasan layanan kesehatan.

Kekurangan dokter di daerah juga berpotensi membuat akses masyarakat terhadap pelayanan medis menjadi lebih sulit.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mencari solusi agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat dipenuhi.

Penambahan jumlah dokter sekaligus pemerataan distribusinya menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional.* (bb/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Kecam Korupsi Anggaran MBG: Orang-Orang Biadab!
Prabowo Larang Barang Subsidi Diperdagangkan Bebas: Semua Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih
Ketua DPD RI Ungkap Julukan 7 Presiden RI: Soekarno Bapak Proklamator, Megawati Srikandi Konstitusi, hingga Jokowi Bapak Infrastruktur
Prabowo Dorong Anak Indonesia Belajar 8 Bahasa Asing Sejak SD, Ini Daftarnya
Prabowo Geram Ada 1.000 Tambang Ilegal: Tak Mungkin Tanpa Peran Oknum TNI-Polri
Bupati Batu Bara Terima Audiensi MPK Indonesia Wilayah I Sumut–Aceh, Bahas Rakernas dan Inovasi Pertanian
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru