BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Sempat Kritis di PICU Tak Sadarkan Diri, Krismas Dayanti Korban Keracunan MBG Karo Akhirnya Bisa Pulang

Nurul - Senin, 24 Agustus 2026 17:44 WIB
Sempat Kritis di PICU Tak Sadarkan Diri, Krismas Dayanti Korban Keracunan MBG Karo Akhirnya Bisa Pulang
Kondisi siswa SMK 1 Berastagi Karo, Krismas Dayati usai keracunan MBG dan dirujuk ke RS Haji Medan, Rabu (19/8/2026). Krismas mengaku, kondisinya mulai membaik. (Foto: TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan merawat empat pasien rujukan yang diduga menjadi korban keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Kabupaten Karo. Satu pasien di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan.

Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan Fitrady Ulianda Siregar mengatakan pasien yang masih dirawat kini berada di ruang rawat inap biasa.

"Totalnya 4 pasien tapi satu pulang, saat ini masih ada yang dirawat di ruangan 3 pasien," kata Fitrady, Senin (24/8/2026).

Baca Juga:

Pasien yang telah pulang yakni Krismas Dayanti. Siswi SMKN 1 Berastagi tersebut merupakan pasien pertama yang dirujuk ke RSU Haji Medan dan sebelumnya sempat mengalami penurunan kesadaran.

"Yang atas nama Krismas hari Jumat sudah pulang," ujar Fitrady.

Menurut Fitrady, keluhan yang dialami para pasien saat pertama kali tiba di rumah sakit relatif serupa. Mereka mengalami gangguan pencernaan berupa mual, muntah dan sakit perut.

"Kondisinya rata-rata kemarin itu muntah, mual, sama sakit di perutnya, jadi dirawat sama dokter spesialis anak subspesialis konsultan gastro," jelasnya.

Saat ini tiga pasien yang masih menjalani perawatan disebut dalam kondisi cukup baik dan seluruhnya telah dipindahkan dari ruang perawatan intensif ke ruang rawat inap biasa.

Sebelumnya, salah satu korban asal SMKN 1 Berastagi sempat menjalani perawatan di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSU Haji Medan setelah dirujuk akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Pada 19 Agustus 2026, Fitrady menyebut kondisi siswi tersebut mulai membaik. Pasien ketika itu sudah dapat duduk dan berkomunikasi dengan keluarga.

"Alhamdulillah kondisi siswi tersebut sudah sangat baik, tidak kesakitan lagi, sudah bisa duduk dan berkomunikasi dengan baik dengan keluarga," kata Fitrady saat itu.

Pasien tersebut sebelumnya juga disebut mengalami sindrom iritasi usus besar dengan keluhan seperti sakit perut, kembung dan perut terasa begah.

Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo sebelumnya menyebabkan sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan medis. Para pasien kemudian dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSU Haji Medan.

Pihak rumah sakit masih memantau kondisi tiga pasien yang tersisa dan memberikan penanganan sesuai keluhan serta kondisi medis masing-masing.* (ds/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rektor Unsoed Pernah Tolak MBG dan KDMP, KPK Tegaskan Tak Ada Kaitannya dengan OTT
Dari Tukang Becak hingga Buruh Bangkalan Siap Gelar Aksi Damai di Jakarta: Anak-anak Kami Butuh MBG
Belatung Diduga Ditemukan dalam Menu Daging MBG di SMA Bintang Timur Balige, Begini Respons Sekolah
Pidato Presiden Prabowo di Senayan: dari riuh kritik ke politik hasil
Tipe Mobil Anda Bisa Jadi Penentu, Ini Skema Baru Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 ala Airlangga
Sempat Dinyatakan Sembuh, Pelajar Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kembali Kejang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru