BREAKING NEWS
Selasa, 13 Oktober 2026

Pemko Medan Perkuat Pelacakan TBC, Camat dan Lurah Diminta Aktif Jemput Sasaran Skrining

Abyadi Siregar - Senin, 12 Oktober 2026 19:40 WIB
Pemko Medan Perkuat Pelacakan TBC, Camat dan Lurah Diminta Aktif Jemput Sasaran Skrining
Rapat Koordinasi Penguatan Pelaksanaan Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekaligus pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis Kota Medan, Senin, 12 Oktober 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Pemerintah Kota Medan memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui pelacakan kontak pasien dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta lebih aktif membantu puskesmas menjangkau warga yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penguatan Pelaksanaan Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekaligus pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis Kota Medan, Senin, 12 Oktober 2026.

Baca Juga:

Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Medan Kota.

Rapat ini melibatkan jajaran Pemerintah Kota Medan, Dinas Kesehatan, para camat, kepala puskesmas, serta unsur kewilayahan lainnya.

Koordinasi lintas sektor diperlukan agar pelaksanaan skrining lebih tepat sasaran dan penemuan kasus TBC dapat dipercepat.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Medan, Muhammad Sofyan.

Dalam arahannya, Sofyan menegaskan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan kerja sama seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kota hingga lingkungan.

"Penanganannya, rekan-rekan camat, bantu! Bantu dukung rekan-rekan Dinas Kesehatan yang melalui UPT Puskesmas yang ada di wilayah masing-masing," ujar Muhammad Sofyan dalam arahannya.

Menurut Sofyan, camat, lurah, kepala lingkungan, dan kader kesehatan memiliki peran penting dalam membantu puskesmas menjangkau masyarakat yang perlu menjalani pemeriksaan.

Mereka juga diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada warga yang masih ragu mengikuti skrining.

Pelaksanaan skrining TBC masih menghadapi sejumlah kendala.

Sebagian warga yang diundang tidak hadir karena merasa malu atau terkendala jarak menuju lokasi pemeriksaan.

Ada pula peserta yang datang, tetapi tidak memenuhi kriteria sasaran program.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi pencapaian target pemeriksaan.

Karena itu, pemerintah kewilayahan diminta membantu pendataan, edukasi, dan pendampingan agar warga yang datang benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Saputra Pulungan, menjelaskan bahwa pelacakan kontak TBC yang terintegrasi dengan CKG merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan penemuan kasus dan memenuhi indikator program penanggulangan TBC.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, dan pemerintah kewilayahan dalam pelaksanaan program tersebut.

"Perlu sinergitas, kolaborasi dengan seluruh jajaran ya, termasuk kewilayahan," ujarnya.

Surya menjelaskan, kelompok sasaran pemeriksaan meliputi orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC, masyarakat yang mengalami gejala batuk, perokok, penyandang diabetes melitus (DM), orang dengan HIV, serta kelompok lain yang memiliki faktor risiko.

Dukungan camat dan lurah diperlukan untuk membantu puskesmas mengundang masyarakat yang sesuai dengan kriteria tersebut.

Dengan begitu, pemeriksaan diharapkan lebih efektif dan capaian program penanggulangan TBC di Kota Medan meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, Sereiviana Faradillah, turut terlibat dalam penguatan pelaksanaan program tersebut.

Dalam pemaparan mengenai pelacakan TBC, salah satu persoalan yang disoroti ialah ketidaksesuaian antara kriteria masyarakat yang seharusnya menjalani pemeriksaan dan warga yang hadir di lokasi skrining.

Selain kendala jarak dan rasa malu, kondisi tersebut menunjukkan perlunya komunikasi yang lebih baik antara petugas kesehatan dan masyarakat.

Pemerintah kecamatan serta kelurahan diharapkan membantu memastikan warga memahami tujuan pemeriksaan dan mengetahui apakah mereka termasuk kelompok sasaran.

Dinas Kesehatan pun meminta dukungan pemerintah kewilayahan agar peserta skrining sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

"Dengan koordinasi kewilayahan ini kita meminta atau memohon bantuan dari kewilayahan sehingga nanti seperti yang disampaikan Pak Kadis tadi, yang datang untuk dilakukan skrining itu adalah yang memang sesuai dengan kriteria."

Dukungan juga disampaikan Dr. Hari Putra Darmawan dari Puskesmas Sentosa Baru, Kecamatan Medan Perjuangan.

Ia mengatakan puskesmas terus menjalankan program penanggulangan TBC melalui koordinasi dengan berbagai sektor.

"Kalau dari kami Puskesmas Sentosa Baru, pada dasarnya tetap melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, koordinasi dengan lintas sektor untuk meningkatkan capaian atau target yang sudah ditentukan," ujar Hari Putra Darmawan.

Ia menilai koordinasi yang telah berjalan perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak warga bersedia mengikuti pemeriksaan.

"Selama ini memang tadi sudah disampaikan juga koordinasi kita sudah baik, mungkin ada beberapa hal yang harus ditingkatkan lagi agar masyarakat lebih mau datang untuk skrining," tambahnya.

Selain memperkuat pelacakan kontak dan pemeriksaan kesehatan gratis, rapat koordinasi tersebut membahas pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis.

Program ini diharapkan memperkuat peran pemerintah di tingkat kelurahan dalam pencegahan penularan, penemuan kasus, dan penanggulangan TBC secara berkelanjutan.


Dinas Kesehatan juga mendorong sosialisasi mengenai gejala TBC, cara mencegah penularan, dan pentingnya pemeriksaan sejak dini.

Warga yang mengalami gejala atau termasuk kelompok berisiko diimbau memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Pemerintah menyampaikan bahwa pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia secara gratis melalui fasilitas pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui koordinasi ini, Pemko Medan berharap kerja sama antara Dinas Kesehatan, puskesmas, camat, lurah, kepala lingkungan, dan kader kesehatan semakin kuat.

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran skrining, mempercepat penemuan kasus, dan mendukung target eliminasi TBC di Kota Medan pada 2030.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Tinjau Pembangunan Trotoar Jalan Juanda dan Merak Jingga, Target Rampung Akhir 2026
Jalan T. Nyak Arief Bertabur Lubang, Warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki
Disembunyikan dalam Kardus Keripik Singkong, TNI AL Gagalkan Pengiriman 4.364 Cartridge Vape Diduga Mengandung Narkotika di Bakauheni
Samuel F. Silaen Kritik Arah Negara: Jangan Sibuk Mengatur Ruang Privat, Persoalan Publik Terabaikan
Wabup Rianto Buka PORKAB KORPRI Asahan 2026, Empat Cabang Olahraga Dipertandingkan
Bareskrim dan Polrestabes Medan Gerebek Diskotek Raeye, Pria Diduga Pemasok Narkoba Ditangkap
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru