Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sebagian warga yang diundang tidak hadir karena merasa malu atau terkendala jarak menuju lokasi pemeriksaan.
Ada pula peserta yang datang, tetapi tidak memenuhi kriteria sasaran program.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi pencapaian target pemeriksaan.
Karena itu, pemerintah kewilayahan diminta membantu pendataan, edukasi, dan pendampingan agar warga yang datang benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Saputra Pulungan, menjelaskan bahwa pelacakan kontak TBC yang terintegrasi dengan CKG merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan penemuan kasus dan memenuhi indikator program penanggulangan TBC.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, dan pemerintah kewilayahan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Perlu sinergitas, kolaborasi dengan seluruh jajaran ya, termasuk kewilayahan," ujarnya.
Surya menjelaskan, kelompok sasaran pemeriksaan meliputi orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC, masyarakat yang mengalami gejala batuk, perokok, penyandang diabetes melitus (DM), orang dengan HIV, serta kelompok lain yang memiliki faktor risiko.
Dukungan camat dan lurah diperlukan untuk membantu puskesmas mengundang masyarakat yang sesuai dengan kriteria tersebut.
Dengan begitu, pemeriksaan diharapkan lebih efektif dan capaian program penanggulangan TBC di Kota Medan meningkat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, Sereiviana Faradillah, turut terlibat dalam penguatan pelaksanaan program tersebut.
Dalam pemaparan mengenai pelacakan TBC, salah satu persoalan yang disoroti ialah ketidaksesuaian antara kriteria masyarakat yang seharusnya menjalani pemeriksaan dan warga yang hadir di lokasi skrining.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.