Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
- Deli Tua: AQI 95, kategori sedang; PM2.5 sebesar 32,5 µg/m³.
Data tersebut menunjukkan Medan memiliki angka AQI dan konsentrasi PM2.5 tertinggi di antara wilayah yang tercantum. Sementara itu, Pematangsiantar berada pada tingkat yang perlu diwaspadai, khususnya bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.
Apa Itu PM2.5 dan Mengapa Perlu Diwaspadai?
PM2.5 merupakan partikel polutan udara berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya sangat halus, bahkan sekitar 30 kali lebih kecil daripada diameter sehelai rambut manusia.
Karena ukurannya, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan sebagian dapat mencapai aliran darah. Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan.
Anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kualitas udara ketika konsentrasi partikel halus meningkat.
Dalam skala AQI yang dicantumkan sumber, indeks 0–50 masuk kategori baik, 51–100 sedang, 101–150 tidak sehat bagi kelompok sensitif, dan 151–200 tidak sehat. Adapun indeks 201–300 dikategorikan sangat tidak sehat, sedangkan 301–500 masuk kategori berbahaya.
Kabut Asap Terdeteksi di Seluruh Sumut
Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I melaporkan sebaran asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara berdasarkan pantauan citra pada Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 WIB.
Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menyebut hasil pemantauan citra satelit pada Selasa (13/10/2026) tidak menunjukkan adanya titik panas atau hotspot di wilayah Sumut. Meski demikian, jarak pandang di sejumlah lokasi tetap mengalami penurunan.
Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang berkisar antara 1 hingga 4 kilometer.
BMKG belum menjelaskan asal sebaran asap yang terdeteksi di wilayah Sumut tersebut.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara berkabut atau kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang sesuai juga disarankan.
Data indeks kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi dan konsentrasi PM2.5 di atmosfer. Karena itu, masyarakat perlu terus memantau pembaruan kualitas udara dan informasi resmi dari instansi terkait.* (tm/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.