BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Puluhan Ribu Kasus TBC di Sumut Belum Ditemukan, Dinkes Gandeng Kader PKK

Abyadi Siregar - Kamis, 22 Oktober 2026 07:53 WIB
Puluhan Ribu Kasus TBC di Sumut Belum Ditemukan, Dinkes Gandeng Kader PKK
Seminar Peningkatan Kapasitas Kader PKK se-Sumatera Utara Tahun 2026 yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara di Hotel Grand Mercure Medan, Rabu, 21 Oktober 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menggandeng kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mempercepat penemuan kasus tuberkulosis atau TBC.

Dari perkiraan 74.308 kasus TBC di Sumatera Utara, jumlah kasus yang telah ditemukan baru mencapai 12.212 kasus atau 16,4 persen.

Data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 13 April 2026 itu menunjukkan masih besarnya kesenjangan antara perkiraan jumlah penderita dan kasus yang berhasil ditemukan.

Baca Juga:

Padahal, target penemuan kasus ditetapkan sebesar 90 persen dalam satu tahun, dengan target triwulan pertama sebesar 22,5 persen.

Selain penemuan kasus, keberhasilan pengobatan TBC di Sumatera Utara juga belum mencapai target.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Nora Violita Nasution, menyebut angka keberhasilan pengobatan baru mencapai 79 persen dari target 90 persen.

Hal tersebut disampaikan Nora saat menjadi narasumber dalam Seminar Peningkatan Kapasitas Kader PKK se-Sumatera Utara Tahun 2026 yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara di Hotel Grand Mercure Medan, Rabu, 21 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli I PKK Sumut Titiek Sugiharti serta kader PKK dari kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Dalam seminar itu, Nora menjelaskan bahwa kader PKK memiliki peran penting dalam membantu petugas kesehatan menemukan orang yang diduga menderita TBC.

Kader dapat menjangkau masyarakat hingga lingkungan keluarga, termasuk orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien.

"TB ini merupakan program PHTC Presiden RI dan program PSD Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Karena itu kami membutuhkan bantuan para kader PKK untuk menemukan penderita TBC," ucapnya.

Menurut Nora, pelacakan kontak menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kemungkinan penularan.

Pemeriksaan diprioritaskan bagi anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC serta orang-orang yang sering berinteraksi dengannya.

Kader juga diharapkan membantu mendata orang yang pernah berkontak dengan pasien, melakukan skrining gejala, serta merujuk mereka yang diduga terinfeksi ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, kader dapat mendampingi masyarakat menjalani pemeriksaan dan melaporkan hasil pelacakan kepada petugas kesehatan.

Peran tersebut tidak berhenti pada penemuan kasus. Kader PKK juga diharapkan memberikan edukasi mengenai pencegahan TBC serta mendukung pasien agar menjalani pengobatan secara teratur.

Pendampingan juga diperlukan untuk membantu pasien dan keluarganya memahami pentingnya menyelesaikan pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.

Nora menjelaskan, TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai bagian tubuh lain, seperti tulang, kelenjar getah bening, kulit, dan otak.

Dalam pemaparannya, Nora menyebut Indonesia berada di peringkat kedua negara dengan beban TBC terbesar di dunia setelah India, dengan estimasi 1.090.000 kasus dan 125.000 kematian.

Sementara itu, Sumatera Utara berada di urutan keempat secara nasional berdasarkan estimasi jumlah kasus, setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Untuk memperluas deteksi dini, keterlibatan kader juga diarahkan pada skrining anak-anak, balita, dan orang dewasa.

Upaya tersebut diharapkan membantu menemukan kasus lebih cepat sekaligus memperluas pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada orang yang memenuhi kriteria medis.

"Kami sudah melakukan beberapa kegiatan dengan mendatangkan masyarakat untuk discreening dan melakukan pendampingan pasien untuk melakukan pengobatan. Ada juga pengawasan kepada pasien agar disiplin meminum obat sekaligus melakukan pengawasan efek samping obat," ucapnya.

Keterlibatan kader PKK menjadi salah satu upaya untuk memperkuat penanggulangan TBC di Sumatera Utara.

Dengan pelacakan kontak, skrining, rujukan, dan pendampingan pengobatan, pemerintah berharap lebih banyak kasus dapat ditemukan dan pasien dapat menyelesaikan pengobatannya.

Namun, besarnya selisih antara estimasi kasus dan jumlah yang telah ditemukan menunjukkan bahwa upaya penanggulangan TBC masih membutuhkan jangkauan yang lebih luas.

Dukungan masyarakat, tenaga kesehatan, dan kader di tingkat keluarga serta lingkungan tempat tinggal menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan.
* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Porprov Sumut 2026 Terancam Mundur, Sejumlah Daerah Masih Terkendala Anggaran
Kabar Baik Pencari Kerja! BLK Simalungun Disulap Berasrama, Siap Cetak 1.000 Tenaga Kerja Tiap Tahun
Bapenda dan Ditlantas Polda Sumut Gelar Operasi Sadar Pajak di Medan, Utamakan Tindakan Persuasif
Gunakan APBD dan DBH Sawit, Pemprov Sumut Lindungi 21.119 Pekerja Rentan lewat BPJS
Gara-gara Anggaran Daerah Tersendat, Pelaksanaan Porprov Sumut 2026 Berpotensi Diundur 2 Minggu
Standar Penilaian Naik Jadi 90, Diskominfo Sumut Berhasil Sabet Predikat Informatif 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru