Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
NIKARUGA -Insiden penggerebekan yang dilakukan polisi Ekuador di Kedutaan Besar Meksiko di Quito telah memicu reaksi keras dari berbagai pihak, baik di Amerika Latin maupun internasional. Nikaragua menjadi salah satu negara yang secara tegas memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Ekuador sebagai respons terhadap tindakan yang dianggap tidak biasa dan tercela tersebut.
Dalam pernyataannya, pemerintahan Presiden Nikaragua Daniel Ortega menegaskan penolakan yang tegas terhadap tindakan penggerebekan tersebut. Sikap ini juga disertai dengan dukungan yang kuat terhadap pemerintahan Meksiko, yang juga menjadi korban dari insiden tersebut. Solidaritas yang ditunjukkan oleh Nikaragua mencerminkan komitmen untuk menjaga prinsip-prinsip hukum internasional dan melindungi kedaulatan negara.
Tak hanya Nikaragua, sejumlah pemimpin negara Amerika Latin juga mengecam tindakan Ekuador tersebut. Presiden Chili Gabriel Boric menunjukkan dukungan terhadap Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, sementara Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan keprihatinan mendalam terkait pelanggaran hak asasi manusia atas suaka yang dilakukan oleh Ekuador. Ini adalah bagian dari reaksi yang bersama-sama menolak pelanggaran terhadap norma-norma diplomatik yang diakui secara internasional.
Tindakan Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika yang didorong oleh Kolombia menjadi salah satu upaya dalam menegakkan keadilan dan hukum dalam konteks ini. Permintaan pertemuan luar biasa yang diajukan oleh Kementerian Luar Negeri Kolombia kepada Honduras juga menunjukkan upaya regional untuk menanggapi krisis ini.
Venezuela juga angkat suara mengecam operasi pemerintah Ekuador di Kedutaan Besar Meksiko, dengan Presiden Nicolas Maduro menyoroti potensi ancaman terhadap integritas dan stabilitas Amerika. Reaksi keras ini mencerminkan kekhawatiran akan eskalasi konflik dan ketidakstabilan regional jika tindakan semacam itu dibiarkan tanpa konsekuensi.
Sementara itu, Presiden Brasil, Honduras, Bolivia, dan Argentina menyatakan penyesalan atas keputusan pemerintah Ekuador yang menyebabkan ketegangan diplomatik tersebut. Keputusan Presiden Meksiko untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Ekuador juga menjadi bagian dari respons yang kuat terhadap pelanggaran hukum internasional.
Krisis diplomatik ini tidak hanya mencerminkan ketegangan antara negara-negara tersebut, tetapi juga mengingatkan pentingnya menghormati norma-norma hukum internasional dalam hubungan diplomatik antarnegara.
(K/09)
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
JAKARTA Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong semakin tingginya kebutuhan tenaga ahli di
PENDIDIKAN
SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Api yang membakar kaw
PERISTIWA
MEDAN Polres Samosir mengamankan dua personelnya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Kedua ang
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Brigade Kartini AMPI (DPD BKA) Kota Binjai terus menjalankan kegiatan sosial melalui program Jumat Berkah.
NASIONAL
BATU BARA Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate atau yang dikenal se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PTPN I Regional 1 mengungkap dugaan aktivitas penambangan galian C ilegal yang diduga berkedok program cetak sawah di areal Hak Gu
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Per
PERISTIWA
SAMOSIR Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya merupakan Aipda ES d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai aktivitas politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
POLITIK